51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Pengaruh Perbedaan Karbon dan Nitrogen terhadap Pertumbuhan, Kualitas air, dan Kualitas warna ikan koi pada sistem bioflok yang dikombinasikan dengan Spirulina platensis

Ikan koi merupakan ikan hias yang bernilai ekonomis penting. Nilai ekonomis ikan koi dapat dilihat dari bentuk tubuh, warna, dan status kesehatan. Saat ini para petani ikan koi berupaya untuk meningkatkan produksi ikan salah satunya melalui intensifikasi. Namun peningkatan produksi ikan koi juga sejalan dengan peningkatan kebutuhan pakan yang berpotensi dapat meningkatkan limbah di perairan baik yang berasal dari sisa pakan maupun sisa metabolisme ikan.

Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengatasi limbah di perairan budidaya yaitu menggunakan sistem bioflok. Sistem ini mampu meningkatkan kualitas air dengan meminimalisir bahan-bahan yang berpotensi membahayakan bagi ikan seperti ammonia dan nitrit dengan mengkonversinya menjadi  suatu biomassa flok yang dapat dimanfaatkan oleh ikan.

Nilai jual ikan koi ditentukan oleh pola dan kecerahan warna ikan. Komponen pigmen yang berperan dalam warna ikan koi yaitu karotenoid. Namun karotenoid tidak dapat disintesis secara langsung oleh ikan koi, sehingga perlu disuplementasikan melalui pakan terutama dalam sistem budidaya. Penggunaan pakan yang mengandung karotenoid diduga dapat meningkatkan kecerahan warna ikan koi.

Pada penelitian ini dilakukan kombinasi antara sistem bioflok dengan suplementasi pakan menggunakan Spirulina. Spirulina merupakan salah satu mikroalga yang mengandung pigmen karotenoid. Melalui penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan budidaya ikan koi dengan pertumbuhan yang optimal, kualitas air yang baik, dan kecerahan warna ikan koi yang meningkat.

Penelitian dilaksanakan menggunakan beberapa perlakuan diantaranya Kontrol : Spirulina 5% tanpa sistem bioflok, P1 yaitu kombinasi Spirulina 5%+ bioflok dengan rasio karbon/nitrogen 12, P2 : Spirulina 5%+ bioflok dengan rasio karbon/nitrogen 15, P3: Spirulina 5%+ bioflok dengan rasio karbon/nitrogen 18. Penelitian dilaksanakan menggunakan kolam terpal dengan kepadatan ikan 100 ikan/m3. Molase digunakan sebagai bahan yang menjadi sumber karbon dalam sistem bioflok ini. Molase yang digunakan mengandung bakteri Bacillus lincheniformis dan Bacillus fumilus yang berperan untuk mendekomposisi bahan organik di perairan. Pemeliharaan ikan pada penelitian ini dilaksanakan selama 49 hari. Parameter yang diamati yaitu parameter pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup ikan, efisiensi pakan, rasio konversi pakan, biomassa ikan, kecerahan warna ikan, dan kualitas air pemeliharaan.

Berdasarkan hasil penelitian, untuk tingkat kelangsungan hidup antar perlakuan tidak berbeda nyata. Namun perlakuan kombinasi bioflok dan spirulina menghasilkan nilai kelangsungan hidup ikan lebih tinggi dibandingkan kontrol. Begitupula dengan tingkat pertumbuhan dan biomassa, perlakuan P3 menghasilkan pertumbuhan dan biomassa ikan terbaik. Hal ini berbanding terbalik dengan nilai konversi pakan, dimana nilai rasio konversi pakan (FCR) P3 memiliki nilai terendah yang berarti bahwa pemberian pakan di perlakuan P3 paling efisien karena dengan jumlah pakan yang sedikit mampu menghasilkan pertumbuhan ikan paling baik. Hal ini diduga karena sistem bioflok yang diterapkan menyediakan pakan tambahan bagi ikan. Untuk parameter kualitas warna, perlakuan P3 menghasilkan kualitas warna yang paling baik. Selain adanya spirulina yang mengandung karotenoid, kondisi kualitas air yang baik karena adanya sistem bioflok juga berperan untuk meningkatkan penyerapan karotenoid oleh ikan sehingga kecerahan warna meningkat. Untuk kualitas air terutama parameter ammonia menunjukan penurunan pada perlakuan kombinasi bioflok dan spirulina dibandingkan kontrol, terutama P3. Berdasarkan hasil penelitian, sistem bioflok yang dikombinasikan dengan spirulina mampu memperbaiki kualitas air dan peningkatan pertumbuhan ikan koi.

Sumber :

Dewi et al., 2025. The Impact of Carbon to Nitrogen Ratios on the Growth, Water Quality, and Color Quality of Koi Fish (Cyprinus rubrofuscus) in a Biofloc System Supplemented with Spirulina platensis. Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries. Vol. 29(5): 2743 “ 2763

Penulis: Nina Nurmalia Dewi, S.PI., M.Si.

AKSES CEPAT