Meskipun banyak anak autis mengalami gigi berlubang, beberapa di antaranya ternyata bebas dari penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana persepsi, keyakinan, dan perilaku pengasuh anak autis dapat mempengaruhi kejadian gigi berlubang pada anak autis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan untuk mengeksplorasi tingkat keparahan gigi berlubang. Pengaruh faktor risiko persepsi, keyakinan, dan perilaku pengasuh anak autis dalam merawat anak autis. Wawancara mendalam dan diskusi kelompok dilakukan dengan melibatkan pengasuh anak autis yang berusia 5-18 tahun. Persepsi pengasuh terhadap risiko gigi berlubang, keyakinan dan perilaku perawatan mulut dieksplorasi secara mendalam. Rekaman dari wawancara dan diskusi kemudian ditranskrip dan dianalisis secara tematis oleh dua peneliti secara independen. Dua puluh dua pengasuh bersedia memberikan pemikiran mereka.
Hubungan Perilaku Ibu dengan Kesehatan Rongga Mulut pada Anak Autis. Studi ini menemukan bahwa pengalaman memiliki gigi berlubang pada anak autis dipengaruhi oleh keyakinan pengasuh yang fatal dimana mereka menganggap bahwa gigi berlubang adalah hal yang lumrah dan tidak berbahaya. Selain itu, gigi berlubang pada anak autis juga dipengaruhi oleh kepercayaan diri dan kontrol perawatan gigi yang rendah dari para pengasuhnya. Selain itu, pengasuh mengalami tekanan sosial untuk memberikan apa yang diinginkan oleh anak mereka yang menderita autis. Sebaliknya, pengasuh anak autis yang bebas karies berpandangan bahwa memang diperlukan komitmen yang tegas sejak dini untuk mencegah gigi berlubang. Mereka sudah melatih anak mereka sejak kecil dan cenderung tegas dalam menerapkan latihan tersebut.
Temuan kami mendukung bahwa persepsi, keyakinan dan perilaku pengasuh akan mempengaruhi pengalaman karies gigi pada anak autis. Hal ini perlu diipertimbangkan oleh dokter maupun pembuat kebijakan. Untuk dapatnya memberikan support yang diperlukan oleh para pengasuh anak autis sehingga kasus gigi berlubang pada anak autis ini bisa diturunkan.
Penulis: Ninuk Hariyani, drg., M.Kes., MPH., PhD.
Link: https://doi.org/10.1016/j.sdentj.2024.09.019
Baca juga: Hubungan Perilaku Ibu dengan Kesehatan Rongga Mulut pada Anak Autis





