Ikan cupang (Betta splendens) merupakan salah satu jenis ikan hias yang mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan ikan hias lainnya. Hal ini dikarenakan ikan hias ini mempunyai corak dan warna yang beragam. Tahap pembenihan merupakan tahap yang paling penting dalam budidaya ikan cupang karena ikan cupang membutuhkan pakan yang baik untuk menunjang keberhasilan dalam proses budidayanya. Perkembangan benih ikan cupang saat ini masih tergolong lambat karena kemungkinan dipengaruhi oleh aspek pakan yang digunakan. Oleh karena itu diperlukan alternatif cara untuk mendukung proses pertumbuhan ikan cupang, yaitu dengan pemberian probiotik ke dalam pakan yang diketahui mampu mempercepat pertumbuhan ikan. Probiotik bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan dengan cara melepaskan enzim yang mendukung proses pencernaan makanan pada ikan. Kandungan bakteri yang terdapat pada probiotik menciptakan beberapa enzim penting untuk pencernaan pakan pada saluran pencernaan ikan seperti amilase, protease, lipase dan selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis probiotik terbaik dalam pakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan cupang.
Metode dan Hasil
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan (C: kontrol, A: 5 ml/kg pakan, B: 7 ml/kg pakan, dan C: 9 ml/kg pakan). Data dianalisis dengan uji Anova dan Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan probiotik pada pakan komersial pada perlakuan C (9 ml/kg pakan) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot absolut (0,67 卤 0,04 gram), SGR ( 0,0124 gram/7 hari), kelangsungan hidup (100%), dan FCR (1,47 卤 0,11). HAsil ini menunjukkan penggunaan probiotik dengan dosis 9ml/kg pakan akan meningkatkan performa budidaya pada ikan cupang.
Penulis: Syifania Hanifah Samara, S.Pi., M.Sc.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Samara, S. H., Saputra, F. E., Fidyandini, H. P., & Hudaidah, S. (2023, December). The Effect of Probiotics to Betta Fish (Betta splendens Regan, 1910) Aquaculture Performance. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1273, No. 1, p. 012033). IOP Publishing.





