Udang vaname merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang terus menunjukkan peningkatan produksi secara global. Namun, tantangan utama yang dihadapi para pembudidaya saat ini yaitu serangan penyakit infeksi, termasuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus. Beberapa strain dari bakteri V. parahaemolyticus telah diidentifikasi sebagai penyebab penyakit AHPND (Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease) dan penyakit ini menyebabkan kematian hingga 100%. Secara umum pembudidaya mengatasi infeksi bakteri patogen pada udang menggunakan antibiotik, namun penggunaan antibiotik telah dibatasi karena adanya peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik dan risiko residu yang berpotensi membahayakan bagi konsumen. Alternatif solusi yang diberikan yaitu pemanfaatan probiotik dan prebiotik atau dikenal dengan sinbiotik. Sinbiotik dalam pakan udang, yang terdiri dari gabungan probiotik dan prebiotik. Penggunaan sinbiotik dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan udang, dengan hasil terbaik dicapai melalui kombinasi sinbiotik yang memiliki efek sinergis.
Perlakuan sinbiotik pada penelitian ini mencakup kombinasi Bacillus NP5 (SBM), Pseudoalteromonas piscicida 1Ub (SPM), dan keduanya (SBPM), bersama dengan prebiotik mannan oligosakarida (MOS). Selama 60 hari pemberian pakan diikuti 7 hari uji tantang, sinbiotik terbukti meningkatkan aktivitas enzim (amilase, protease, dan lipase) serta kesehatan hepatopankreas dibandingkan dengan kontrol (p < 0,05). Sinbiotik juga mengurangi kerusakan hepatopankreas dan jumlah Vibrio setelah infeksi, menunjukkan efek perlindungan. Infeksi Vibrio, khususnya vibriosis akibat V. parahaemolyticus, menjadi tantangan utama dalam budidaya udang, menyebabkan tingkat kematian tinggi dan kerugian ekonomi besar. Efek suplementasi sinbiotik pada bidang akuakultur telah terbukti mampu meningkatkan aktivitas enzim pencernaan, mampu menurunkan total bakteri Vibrio, dan mengurangi kerusakan jaringan hepatopankreas pada udang vaname (Penaeus vannamei) yang terpapar Vibrio parahaemolyticus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sinbiotik dapat meningkatkan aktivitas enzim pencernaan pada udang putih. Perlakuan sinbiotik meningkatkan kadar enzim amilase dan protease dibandingkan dengan kontrol. Enzim ini penting untuk pertumbuhan dan metabolisme nutrisi. Aktivitas enzim lipase juga lebih tinggi pada kelompok perlakuan SBPM dibandingkan kontrol. Analisis histologi menunjukkan kerusakan hepatopankreas yang lebih ringan pada udang yang diberi sinbiotik dibandingkan dengan nekrosis jaringan berat pada kelompok kontrol positif. Suplementasi sinbiotik mengurangi nekrosis tubulus, pelepasan sel, dan pelebaran lumen yang biasanya disebabkan oleh V. parahaemolyticus. Efek ini berkontribusi pada penurunan tingkat kematian selama uji tantang infeksi. Studi ini menyoroti potensi sinbiotik spesifik, seperti Bacillus NP5 dan P. piscicida 1Ub, dalam meningkatkan kesehatan dan ketahanan udang terhadap patogen. Senyawa antibakteri yang dihasilkan probiotik, seperti bakteriosin, kemungkinan berperan dalam mengurangi kolonisasi bakteri dan meningkatkan respons imun. Sinbiotik juga mampu menghambat kolonisasi Vibrio parahaemolyticus melalui produksi senyawa antibakteri seperti bakteriosin oleh bakteri probiotik.
Sinbiotik ini menghambat pertumbuhan bakteri patogen, meningkatkan respon imun nonspesifik, dan melawan infeksi. Pemberian sinbiotik Bacillus NP5 dan P. piscicida 1Ub dalam pakan terbukti meningkatkan daya tahan udang terhadap penyakit dan mendukung keberlanjutan budidaya udang. Penelitian menunjukkan bahwa udang yang diberi sinbiotik memiliki HP yang lebih sehat, dengan kerusakan lebih ringan ketika diuji dengan V. parahaemolyticus. Pada kelompok kontrol positif, infeksi ini menyebabkan kerusakan parah, termasuk nekrosis tubulus, pelepasan sel HP, dan pelebaran lumen. Sebaliknya, kelompok perlakuan sinbiotik menunjukkan kerusakan lebih minimal, menurunkan angka kematian udang secara signifikan. Secara keseluruhan, penggunaan sinbiotik memberikan dampak positif pada kesehatan dan ketahanan udang putih, sekaligus menawarkan pendekatan ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dalam akuakultur.
Temuan ini mendorong penerapan sinbiotik sebagai aditif pakan untuk meningkatkan efisiensi pencernaan, pertumbuhan, dan ketahanan terhadap infeksi, terutama terhadap patogen utama seperti V. parahaemolyticus. Sinbiotik, kombinasi probiotik dan prebiotik, menawarkan solusi menjanjikan dengan meningkatkan respons imun udang, efisiensi pencernaan, dan ketahanan terhadap penyakit. Perlakuan sinbiotik dalam studi ini meningkatkan aktivitas enzim pencernaan, penyerapan nutrisi, dan morfologi hepatopankreas sambil membatasi pembentukan bakteri patogen. Kesimpulannya, suplementasi sinbiotik dalam pakan secara signifikan meningkatkan aktivitas enzim pencernaan, memperbaiki kesehatan hepatopankreas, dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit pada udang vaname. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang dan mengoptimalkan kombinasi sinbiotik untuk aplikasi lebih luas dalam budidaya udang.
Nama: Maria Agustina Pardede, S.Pi., M.Si.
Link Artikel:
Baca juga: Budidaya Ikan Empurau (Tor Tambroides) dengan Kepadatan Berbeda





