51动漫

51动漫 Official Website

Pengembangan dan Aplikasi Model Pertumbuhan Populasi

Foto by Money Kompas

Strategi pemberian pakan yang optimal merupakan salah satu upaya penting untuk meningkatkan produksi daging ternak. Dinamika pertumbuhan ternak dari waktu ke waktu diperlukan untuk menentukan strategi pemberian pakan pakan ternak yang optimal. Dari tinjauan matematika, model matematika berupa kurva pertumbuhan dapat digunakan untuk menentukan pemilihan bahan pakan yang sesuai untuk pengembangan ternak. Kurva pertumbuhan juga dapat digunakan untuk menentukan umur pemotongan ternak yang optimal. Selain itu, model kurva pertumbuhan dapat digunakan sebagai parameter dalam metode pra panen pada ternak besar seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba. Model matematis pertumbuhan ternak juga dapat digunakan untuk menganalisis efisiensi produksi ternak.

Proses pertumbuhan ternak, termasuk unggas, dapat diukur dari profil massa (berat) ternak terhadap waktu. Pertumbuhan ternak dan unggas umumnya mengikuti pola sigmoid (pola seperti huruf S). Pertumbuhan unggas biasanya dimulai dengan fase percepatan pertumbuhan sejak menetas. Kemudian, unggas mencapai tingkat pertumbuhan maksimum pada waktu tertentu. Setelah itu, pertumbuhan unggas mengalami perlambatan. Pada fase akhir, berat badan unggas umumnya cenderung ke nilai batas/nilai maksimum (asimtot), yaitu maksimum berat ternak dewasa (mature weight).

Model pertumbuhan yang akurat dan lugas berguna untuk menggambarkan pertumbuhan individu dalam kehidupan. Banyak kurva pertumbuhan (model pertumbuhan) berupa fungsi nonlinier yang telah diusulkan untuk mendeskripsikan hubungan antara berat unggas dan waktu. Model pertumuhan logistik, model pertumbuhan Gompertz. dan model pertumbuhan Richards umum digunakan untuk menggambarkan hubungan antara berat unggas dan waktu. Model pertumbuhan Richards dan Gompertz memberikan deskripsi yang baik tentang pertumbuhan berat badan pada banyak spesies hewan termasuk ayam, sapi, rusa, burung unta, kalkun, dan emu. Model pertumbuhan Gompertz telah diterapkan sebagai model pertumbuhan ayam. Model pertumbuhan Gompertz juga cocok dengan banyak data aktual dan parameternya memiliki interpretasi biologis. Selain itu, model pertumbuhan Gompertz memiliki kesesuaian yang baik untuk informasi berat ternak pada fase kritis (fase titik belok pertumbuhan ternak), ketika berat ternak mencapai sekitar 35% – 40% dari maksimum berat ternak pada usia dewasa.

Penulis telah mengembangkan model pertumbuhan populasi yang merupakan perumuman model pertumbuhan logistik dan dinamakan dengan WEP-modified logistic growth model (model pertumbuhan logistik WEP-modifikasi). Di sini, WEP berasal dari tim penulis yang mengusulkan model pertumbuhan tersebut, yaitu Windarto, Eridani dan Purwati. Model pertumbuhan tersebut diturunkan dari modifikasi persamaan diferensial logistik. Selain itu, model pertumbuhan populasi tersebut diimplementasikan untuk menggambarkan pertumbuhan berat badan ayam (ayam jantan dan ayam betina), dimana data pertumbuhannya bersumber dari literatur. Keakuratan hasil prediksi dari model tersebut dibandingkan dengan model logistik standar, model Gompertz dan model Richards. Hasil implementasi model menunjukkan bahwa model pertumbuhan yang diusulkan memberikan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan model pertumbuhan logistic standar, model pertumbuhan Gompertz dan model pertumbuhan Richard dapat mendeskripsikan pertumbuhan ayam.

Penulis: Windarto

Artikel lengkap (open access) dapat diakses melalui laman

AKSES CEPAT