Pola asuh ibu merupakan hal penting namun sering terabaikan. Pola asuh ibu dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut anak. Ibu dapat menjadi motivator bagi anaknya untuk melakukan perilaku kesehatan yang tepat. Ibu perlu memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarganya dan menanamkan perubahan perilaku sehat. Pola asuh ibu dapat menyarankan bagaimana cara anak mengatasi berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut. Mendidik anak usia dini tentang menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride dua kali sehari dapat menjadi indikator pencegahan karies gigi pada anak. Orang tua, terutama ibu, memegang peran penting dalam kebersihan gigi anak di bawah usia dua belas tahun karena anak umumnya memiliki hubungan batin yang lebih dekat dengan ibunya. Dengan demikian, pengetahuan ibu, sikap, dan tindakan dapat menentukan status kesehatan gigi dan mulut anak.
Kebiasaan menggosok gigi anak dipengaruhi oleh pengetahuan, persepsi dan kepercayaan orang tua, kontrol orang tua, pengawasan dan informasi, sumber pendukung seperti masyarakat, dan status sosial ekonomi keluarga. Dengan demikian, pola asuh menyikat gigi yang rendah cenderung menyebabkan tingkat karies yang tinggi pada gigi susu. Dalam sebuah teori berjudul Teori Perilaku Terencana menjelaskan perilaku manusia. Teori ini terdiri dari tiga unsur, yaitu sikap, norma subyektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Teori ini akan menunjukkan sejauh mana ketiga elemen ini dalam menghasilkan niat yang kuat atau lemah untuk berperilaku.
Kurangnya pengetahuan tentang pentingnya kesehatan gigi susu cenderung memicu pengabaian terhadap pola asuh menyikat gigi sehari-hari. Sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang karies dan penyebabnya meskipun mereka mengetahui pentingnya menyikat gigi anak. Keadaan seperti itu dapat menimbulkan persepsi menyikat gigi sebagai kegiatan yang tidak menyenangkan.
Pengetahuan ibu tentang kesehatan akan mempengaruhi keyakinan dan sikap terhadap kesehatan gigi dan mulut bahkan pola asuhnya. Orang tua khususnya ibu merupakan role model kesehatan gigi bagi anak-anaknya. Ibu sebaiknya mendidik anaknya sedini mungkin melalui pola asuh yang baik untuk mencegah karies gigi. Semakin baik pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dan mulut, maka semakin baik pula kesehatan gigi dan mulut anak. Norma subyektif adalah perasaan atau asumsi tentang perilaku orang. Kepercayaan orang sekitar akan mempengaruhi norma subyektif ibu untuk melakukan perilaku tertentu. Perasaan persetujuan orang lain terhadap perilaku paling berpengaruh terhadap norma subyektif. Keyakinan ibu terhadap dukungan orang lain terhadap pola asuh sikat gigi akan meningkatkan norma subyektif. Norma tersebut juga akan menentukan bagaimana mematuhi beberapa anjuran (motivasi untuk patuh) termasuk dari ahli kesehatan gigi tentang manfaat dan akibat menyikat gigi.
Keyakinan pada kontrol perilaku akan memperkuat kontrol persepsi. Kemudahan akses informasi kesehatan gigi di internet khususnya media sosial akan meningkatkan kepercayaan diri ibu tentang kontrol perilaku. Di media sosial, orang tua bisa mendapatkan tambahan ilmu, dukungan dari orang lain, meningkatkan hubungan sosial dengan orang tua lain, dan mendapatkan pendapat atau saran dari para ahli untuk memperbaiki pola asuhnya.
Niat dapat berpengaruh positif terhadap perilaku. Niat merupakan mediator bagi sikap, norma subyektif, dan kontrol persepsi untuk mempengaruhi perilaku. Faktor utama dalam teori perilaku terencana adalah niat untuk melakukan perilaku. Semakin kuat niat, semakin besar kontribusinya dalam membentuk perilaku. Meskipun teori perilaku terencana dan niat termasuk dalam kategori kuat, perilaku terhadap pola asuh menyikat gigi masih dalam kategori sedang. Sementara itu, norma subyektif memiliki skor paling rendah di antara semuanya, terutama dalam menanggapi perasaan tertekan dari orang-orang penting di sekitarnya. Secara keseluruhan, indikator terendah adalah membantu anak menyikat gigi setelah sarapan. Unsur-unsur tersebut dapat digunakan untuk memprediksi perilaku pengasuhan dan menemukan strategi untuk meningkatkan pengasuhan dalam menyikat gigi. Penelitian ini merekomendasikan para ibu-ibu untuk meningkatkan perilaku pengasuhan menyikat gigi dengan cara mengedukasi anggota keluarga tentang pentingnya pendampingan orang tua.
Unsur-unsur teori perilaku terencana yaitu sikap, norma subyektif, dan persepsi mempengaruhi intensi terhadap pola asuh menyikat gigi. Selain itu niat juga mempengaruhi perilaku dan menjadi mediator yang dapat mempengaruhi perilaku ibu.
Penulis: Darmawan Setijanto
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
http://www.jidmr.com/journal/?s=Elements+Affecting+Toothbrushing+Parenting+among+Mothers+in+Banjarbaru+City
Widodo, R. Darmawan Setijanto, Taufan Bramantoro. Elements Affecting Toothbrushing Parenting among Mothers in Banjarbaru City. Journal of International Dental and Medical Research. 2021;14(4):1580-6





