Pelarut eutektik telah muncul sebagai alternatif berkelanjutan untuk pelarut organik secara konvensional dan cairan ionik, yang menawarkan keuntungan seperti toksisitas rendah, biodegradabilitas, dan efektivitas biaya. Integrasi pelarut eutektik ke dalam sistem berbasis membran telah merevolusi teknik ekstraksi, pemisahan, dan prakonsentrasi, khususnya untuk senyawa organik dalam matriks berair. Tinjauan ini memberikan analisis komprehensif membran berbasis pelarut eutektik lebih dalam, dengan fokus pada klasifikasi, metode persiapan, dan strategi fabrikasi. Penerapan berbagai jenis membran berbasis pelarut eutektik dievaluasi secara detail. Perhatian khusus diberikan pada pengoptimalan parameter ekstraksi, dan mekanisme yang mengatur interaksi analit-membran. Meskipun membran berbasis pelarut eutektik menunjukkan potensi yang cukup signifikan untuk meningkatkan selektivitas, pengayaan, pemulihan, dan tantangan seperti stabilitas membran, skalabilitas, dan kompatibilitas dengan instrumentasi analitis selalu ada. Mengatasi keterbatasan ini melalui rekayasa material tingkat lanjut dan pengoptimalan proses akan sangat penting untuk melakukan adopsi yang lebih luas. Hal penelitian ini menyoroti kemajuan terkini, mengidentifikasi kesenjangan penelitian, dan menguraikan perspektif masa depan untuk meningkatkan penerapan membran berbasis pelarut eutektik dalam dalam ilmu analitis dan lingkungan.
Penulis: Rico Ramadhan (Departemen Kimia, FST UNAIR)
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada artikel ilmiah di:





