51动漫

51动漫 Official Website

Kejadian Resistensi Antibiotik Proteus Mirabilis Dan Proteus Vulgaris pada Ikan Lele Dumbo (Clarias Sp.) yang Diisolasi

Ilustrasi Ikan Lele Dumbo (sumber: DKPP Buleleng)
Ilustrasi Ikan Lele Dumbo (sumber: DKPP Buleleng)

Penyakit menular tetap menjadi masalah kesehatan yang signifikan, terutama di negara berkembang. Strategi yang umumdigunakan dan disukai untuk mengatasi masalah ini melibatkan penggunaan agen antimikroba, termasuk antibiotik, antijamur, antivirus, dan antiprotozoa. Meskipun agen-agen ini telah terbukti menyelamatkan jutaan nyawa, penggunaan yang tidak tepat, seperti dosis yang tidak sesuai, durasi pengobatan yang tidak tuntas, serta penggunaannya tanpa indikasi medis yang jelas, dapat menimbulkan konsekuensi serius berupa berkembangnya dan menyebarnya mikroorganisme yang resistan terhadap antibiotik. Fenomena resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan utama dan berdampak buruk pada kualitas layanan kesehatan.

Berdasar perspektif kesehatan global, resistensi antibiotik tidak dapat dianggap sebagai masalah yang berdiri sendiri; namun sebagai tantangan yang saling terkait dengan berbagai sektor, yaitu sektor kesehatan masyarakat, kesehatan hewan-akuakultur, dan kesehatan lingkungan. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dan penerapan tindakan pencegahan standar yang tidak tepat dalam peternakan dan akukultur merupakan faktor yang berkontribusi signifikan terhadap perkembangan resistensi, yang dapat berdampak buruk pada populasi manusia dan hewan, selain menimbulkan risiko terhadap keamanan pangan.

Masyarakat Indonesia menunjukkan permintaan yang tinggi terhadap ikan lele untuk konsumsi dan meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan Departemen Kelautan dan Perikanan tahun 2021, Kabupaten Banyuwangi, yang terletak di wilayah paling barat Jawa Timur, Indonesia, produksi ikan lele meningkat dari 4.470 ton pada tahun 2019 menjadi 5.100 ton pada tahun 2020. Budidaya ikan lele dumbo di Banyuwangi sebagian besar dilakukan dalam skala kecil oleh rumah tangga setempat, yang berfungsi sebagai sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Infeksi mikroba merupakan tantangan signifikan dalam akuakultur, yang menyebabkan kematian ikan tahunan, kehilangan pekerjaan, ketidakstabilan ekonomi, dan kekurangan pangan. Studi terkini menunjukkan bahwa Proteus mirabilis dan Proteus vulgaris telah muncul sebagai ancaman besar bagi akuakultur. Proteus spp. dikenal sebagai patogen manusia, terutama P. mirabilis dan P. vulgaris, telah dikaitkan dengan batu saluran kemih, infeksi saluran kemih, dan infeksi luka pada manusia. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dari 74 sampel ikan lele dumbo yang berasal kolam terpal dan semen di Banyuwangi, Jawa Timur, teridentifikasi P. mirabilis dan P. vulgaris dengan tingkat prevalensi masing-masing sebesar 4,05% (3/74) dan 10,81% (8/74). Kedua bakteri yang teridentifikasi tersebut menunjukkan resistensi tertinggi pada antibiotik beta-laktam dengan rincian P. mirabilis100% resisten terhadap antibiotik beta-laktam Cefadroxil, Ampisilin, Penisilin, dan Oksasilin; serta 66.7% resistensi terhadap antibiotik non-beta-laktam Erithromisin. P. vulgaris 100% resisten terhadap Oksasilin, 75% terhadap Penisilin, 62,5% terhadap Cefadroxil; serta resistensi terhadap antibiotik non-beta-laktam Erythromycin 62,5% dan Streptomisin 50%. Antibiotik non-beta-laktam seperti Tetrasiklin dan Ciprofloxacin masih menunjukkan sensitivitas tinggi. Kedua spesies Proteus menunjukkan perbedaan dalam kerentanannya terhadap antibiotik non-beta-laktam. P. mirabilis menunjukkan resistensi terhadap antibiotik non-beta-laktam Eritromisin, sedangkan P. vulgaris menunjukkan resistensi terhadap obat non-beta-laktam Streptomisin. Perbedaan ini dapat disebabkan karena isolasi kedua spesies bakteri tersebut dari ikan Lele Dumbo berasal dari jenis kolam akuakultur yang berbeda. Dari hasil identifikasi factor predisposisi keberadaan kedua bakteri tersebut pada ikan lele, jenis kolam (terpal vs semen) merupakan faktor signifikan yang mempengaruhi keberadaan P. vulgaris (p = 0,044) pada kulit dan daging serta pada saluran pencernaan ikan Lele Dumbo.

Ditemukannya resistensi antibiotic yang tinggi pada P. mirabilis dan P. vulgaris dari Lele Dumbo menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan masyarakat, karena bakteri tersebut berpotensi menyebabkan penyakit pada manusia. Identifikasi resistensi mikroba sangatlah penting karena mempunyai potensi dampak yang luas terhadap kesehatan masyarakat. Selain itu, kewaspadaan berkelanjutan sangat penting untuk mengurangi penyebaran resistensi antibiotik pada P. mirabilis dan P. vulgaris yang ditemukan pada ikan Lele Dumbo yang dikonsumsi oleh masyarakat. Mekanisme resistensi tertentu dapat berkembang dan memiliki potensi penyebaran global yang cepat, mirip dengan reaksi berantai. Selain itu, banyak bakteri patogen mampu mengembangkan toleransi terhadap beberapa agen antibiotik melalui berbagai mekanisme. Mekanisme ini meliputi penurunan penyerapan obat, perubahan target obat, inaktivasi obat, atau pengeluaran aktif obat dari sel.  Fenomena ini muncul dari kemampuan bakteri untuk memperoleh resistensi terhadap antibiotik yang digunakan untuk melawannya. Penggunaan antibiotik di sektor akuakultur harus dikendalikan untuk mencegah penyebaran bakteri resisten melalui rantai makanan.

Penulis: Prima Ayu Wibawati

Link:

AKSES CEPAT