Tomografi Impedansi Elektrik (EIT) merupakan modalitas pencitraan non-invasif berbiaya rendah yang dapat menghasilkan citra berbasis konduktivitas dan permitivitas elektrik tubuh. Elektroda dilekatkan ke permukaan tubuh dan arus elektrik diberikan ke dalamnya melaluinya. Distribusi konduktivitas dan permitivitas elektrik tubuh direkonstruksi berdasarkan pengukuran data potensial elektrik dari elektroda.
EIT telah luas diterapkan di dunia medis untuk memantau perdarahan intrakranial atau hematoma, deteksi kanker paru-paru, kanker kulit dan kanker payudara, studi akumulasi cairan panggul, analisis ventilasi paru, pengukuran tekanan darah, pemantauan Kardio-Paru, Pencitraan Otak dan lain-lain.
Pada umumnya desain batas permukaan objek berbentuk lingkaran sesusi bentuk objek dari thorax, kepala, abdomen, ataupun payudara. Namun pada kondisi tertentu digunakan geometri kotak seperti mamografi. Penelitian menggunakan geometri mamografi telah dilakukan dengan memodelkan geometri berbentuk persegi panjang dengan susunan elektroda di bagian atas dan bawah.
Keberhasilan geometri mamografi selanjutnya bisa digunakan sebagai sistem dual-modalitas mamografi- EIT ataupun termografi-EIT. Beberapa peneliti telah melaporkan banyak keuntungan dari metode volume hingga (FVM) dibandingkan metode elemen hingga (FEM), diantaranya adalah bahwa FVM dapat menghasilkan kepadatan mesh yang lebih tinggi dari FEM. Secara komputasi, FEM membutuhkan waktu komputasi yang lebih lama dan membutuhkan memori yang lebih banyak dibandingkan FVM.
Pengembangan perangkat geometri persegi panjang EIT multi frekuensi telah dilakukan dengan memanfaatkan DDS AD9850 sebagai generator sinusoidal multi frekuensi yang dapat diprogram, penguat instrumen AD620 sebagai penguat linier, AD536 sebagai konverter AC, dan ADS1115 sebagai ADC 16 bit. Setiap komponen telah diuji kemampuannya dalam rentang frekuensi hingga 100 kHz. Sistem EIT yang telah dibangun tersebut selanjutnya diuji menggunakan fantom yang terdiri dari air suling dan wortel. Rekonstruksi menggunakan metode linier dari problema maju metode FVM pada frekuensi 10 kHz dan 100 kHz sehingga dapat menghasilkan citra rekonstruksi anomali pada posisi tengah atau dekat permukaan dengan baik.
Penulis: Dr. Khusnul Ain, S.T, M.Si.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Khusnul Ain, Deddy Kurniadi, Mokhamad Fakhrul Ulum, Lina Choridah, Utriweni Mukhayyar, Agah D. Garnadi, Nurhuda Hendra Setyawan, Bayu Ariwanto, 淒evelopment of Multi Frequency Electrical Impedance Tomography for Rectangular Geometry by Finite Volume Methods , Jurnal teknologi (Science and Engineering), Vol.84 No.2, 2022.





