51动漫

51动漫 Official Website

Pengetahuan dan Partisipasi dalam Pelatihan Guru UKGS di SD Negeri Surabaya

IL by Padek co

Kesehatan gigi dan mulut memegang peranan penting dalam tubuh manusia karena adanya integrasi antara kesehatan mulut dan kesehatan secara umum meskipun seringkali hal ini terabaikan. Kesehatan mulut yang buruk dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. Seperti contoh, karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering ditemukan terutama pada anak-anak. Karies ini mempengaruhi 60-90% dari anak sekolah. Prevalensi karies pada anak usia 12 tahun di Jakarta, Indonesia adalah 84%. Sedangkan di Surabaya prevalensi karies pada anak sekolah sebesar sebesar 53%. Pelayanan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) merupakan upaya kesehatan masyarakat yang ditujukan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut seluruh siswa di sekolah binaan yang ditujukan pada upaya kesehatan perseorangan berupa upaya promotif dan preventif bagi siswa. Pokok dari program ini adalah pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan hidup sekolah yang sehat sehingga dapat tercapai derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal bagi anak sekolah. Program yang dilakukan ini antara lain pemeriksaan rutin sesuai dengan ketentuan standar pelayanan minimal Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat). Selain itu, UKGS juga memberdayakan guru penanggung jawab UKGS, dokter gigi muda, dan orang tua murid yang dibantu oleh dokter gigi di Puskesmas. Agar program UKGS dapat berjalan dengan optimal, maka perlu diadakan pelatihan secara berkala bagi guru UKGS untuk meningkatkan pengetahuan guru dalam upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut di sekolah-sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keikutsertaan guru UKGS dalam pelatihan UKGS dan mengidentifikasi pengetahuan UKGS di sekolah dasar di wilayah Surabaya.

Pada studi yang kami lakukan ini terlihat bahwa pelaksanaan pelatihan guru UKGS masih belum optimal, terbukti dengan persentase guru yang belum mendapatkan pelatihan UKGS mencapai 41%. Hasil ini juga terkait dengan gambaran pengetahuan guru UKGS, bahwa pengetahuan guru UKGS masih rendah, Surabaya Selatan dan Surabaya Timur merupakan daerah-daerah dimana guru UKGS-nya banyak yang belum mengikuti pelatihan dan ternyata juga mendapat nilai pengetahuan paling rendah di antara daerah Surabaya lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara pelatihan UKGS dengan pengetahuan guru UKGS.

Pelatihan UKGS dapat menambah pengetahuan guru tentang program UKGS. Hal ini sejalan dengan pendapat yang menyatakan bahwa pelatihan dan penyegaran diperlukan untuk meningkatkan dan mempertahankan pengetahuan kesehatan guru-guru UKGS. Tanpa pelatihan dan  penyegaran, pengetahuan serta kemampuan untuk melakukan tugas-tugas tertentu dapat dengan cepat hilang. Ditemukan juga pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kompetensi guru. Faktor lain yang mempengaruhi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut adalah frekuensi menyikat gigi dan tingkat pendidikan ibu atau guru. Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan meningkatnya kemungkinan kunjungan ke dokter gigi atau layanan kesehatan gigi sekolah.

Kesehatan gigi dan mulut perlu dijaga sejak dini. Upaya pencegahan gangguan kesehatan gigi dan mulut harus dilakukan sejak dini. Masa kanak-kanak hingga dewasa juga merupakan periode waktu yang penting untuk mencegah masalah kesehatan gigi dini. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan untuk dapat mengadakan program pelatihan dan dilaksanakan secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan guru-guru UKGS tentang kesehatan gigi dan mulut terutama pada anak SD.

Penulis: Retno Palupi, Titiek Berniyanti, Baleegh Abdulraoof Alkadasi, Salsalia Siska Azizah, Alifia Hasna Amadhea, Shafira Dyah Widawati

Jurnal:

AKSES CEPAT