Akhir tahun 2019 dunia digemparkan dengan penyebaran penyakit COVID-19. WHO menyatakan COVID-19 menjadi pandemi pada Maret 2020 karena menimbulkan penderitaan berupa sakit, kematian, dan memengaruhi kesehatan jiwa. Virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19 terus berkembang dan beberapa membentuk varian baru yang relatif lebih berbahaya, salah satunya varian delta. Varian ini lebih infeksius dibandingkan varian sebelumnya sehingga individu yang terinfeksi varian delta dua kali lebih mungkin memerlukan pengobatan dibandingkan terinfeksi varian lainnya. Penyakit COVID-19 tidak memandang usia saat menginfeksi, usia remaja yang notabenenya memiliki kekebalan tubuh yang baik tetap terinfeksi COVID-19.
Penyakit ini menyebar dengan cepat hingga 21 Agustus 2022, menjangkiti lebih dari 6 juta orang di Indonesia dengan kematian lebih dari 157 ribu orang. Surabaya Raya menjadi wilayah yang terdampak COVID-19 lebih dari 120 ribu orang di Kota Surabaya, 46 ribu di Kabupaten Sidoarjo, dan 21 ribu orang di Kabupaten Gersik terjangkit COVID-19, dengan total kematian lebih dari 4 ribu orang.
COVID-19 mudah sekali menular melalui tetesan kecil (droplet) dari orang yang terinfeksi. Berbagai upaya terus dilakukan oleh para ahli kesehatan dan masyarakat untuk menuntaskan penyebaran penyakit ini. Di berbagai negara termasuk Indonesia, masyarakat diharuskan untuk melakukan vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru. Kebiasaan baru ini menimbulkan berbagai pro dan kontra di masyarakat terutama terkait vaksinasi COVID-19. Menurut hasil riset sebanyak 7,6 % orang kontra dan menolak untuk di vaksin COVID-19.
Pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang kurang terkait COVID-19, terutama terkait cara pencegahan COVID-19, serta manfaat vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu kemungkinan terjadinya peningkatan kasus COVID-19 dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap vaksin COVID-19. Pengetahuan menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan perilaku. Jika individu memiliki pengetahuan yang baik, maka juga akan berdampak positif pada perilaku dan sikapnya. Pengetahuan dan sikap menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi perilaku seseorang. Peningkatan kasus COVID-19 salah satunya disebabkan karena perilaku pencegahan COVID-19 yang kurang tepat diantaranya menggunakan masker, membersihkan tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, dan jaga jarak minimal satu sampai dua meter. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di siswa SMA di Wilayah Surabaya Raya, perilaku pencegahan COVID-19 dapat dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan sikap. Pengetahuan yang dimiliki inilah yang membuat individu melaksanakan pencegahan terhadap penyakit COVID-19. Pengetahuan ini mendorong individu untuk memiliki kesadaran terkait kerentanan terinfeksi COVID-19 dan manfaat melaksanakan perilaku pencegahan COVID-19. Pengetahuan yang baik juga membantu dalam pengambilan keputusan untuk berperilaku. Perilaku yang didasari dengan pengetahuan yang baik akan lebih tahan lama dibandingkan dengan perilaku yang tanpa didasari oleh pengetahuan Berbagai media digunakan sebagai media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Pengetahuan yang baik nantinya dapat membentuk perilaku masyarakat yang baik pula.Menariknya, sikap juga memiliki pengaruh terhadap perilaku pencegahan COVID-19. Saat individu melakukan perilaku pencegahan COVID-19 diperlukan sikap yang positif. Sikap yang positif akan menghadirkan rasa tanggung jawab saat melakukan tindakan dan akan menghasilkan perilaku positif juga. Sikap positif mempengaruhi niat kuat individu untuk melakukan perilaku pencegahan COVID-19 salah satunya melakukan social distancing. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk bersikap positif. Pada sistem kesehatan, mempromosikan berbagai edukasi untuk meningatkan perilaku pencegahan COVID-19 melalui berbagai media edukasi yang mudah di pahami dan diterima masyarakat khususnya remaja. Dengan adanya implementasi perilaku pencegahan COVID-19 yang baik dan benar akan membantu dalam menurunkan kasus COVID-19.
Penulis: Yasmin Nihayatun Nadzifah
Jurnal: Correlation between Knowledge, Attitudes and COVID-19 Prevention Behaviors among High School Students in Surabaya Raya, East Java, Indonesia





