51动漫

51动漫 Official Website

THEnet檚 iterative continuous quality improvement model untuk inisiasi manajemen kesehatan mental pada santri

Kesehatan mental pada remaja semakin membutuhkan perhatian selama pandemi COVID-19. Sekolah didorong juga berperan dalam mengawasi kesehatan mental remaja. Sayangnya, Poskestren sebagai upaya kesehatan berbasis sekolah masih dominan berorientasi pada upaya kuratif kesehatan fisik.

Tim pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat 51动漫 menggunakan THEnet檚
iterative continuous quality improvement model untuk menginisiasi manajemen kesehatan mental pada santri. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk menginisiasi kapabilitas sekolah dalam mengelola pelayanan kesehatan jiwa di Poskestren Al Amin sekaligus meningkatkan kesadaran siswa tentang perilaku di sekolah yang dapat memicu masalah kesehatan mental.

Menggunakan konsep pendampingan dimana tim pengabdian masyarakat membantu mitra untuk dapat secara mandiri mengidentifikasi masalah kesehatan mental yang ada dan menentukan bentuk intervensi yang paling tepat. Hasilnya, dalam pengabdian masyarakat ini Poskestren mampu mengelola kesehatan mental secara mandiri melalui proses di setiap pengabdian masyarakat. Poskestren adalah pelayanan kesehatan primer yang berbasis masyarakat. Maka untuk mendukung Poskestren dapat secara mandiri mengelola kesehatan mental, pengabdian masyarakat ini selalu melibatkan mitra pada setiap tahap untuk meningkatkan keterampilan tersebut dan memastikan sustainibilitas adjustment yang telah disusun.

Berdasarkan hasil evaluasi pada setiap tahapan maka pengabdian masyarakat ini telah mencapai kelima indikator keberhasilan yang ditetapkan. Pengabdian masyarakat ini telah 100% memenuhi target assess, identify, deliver, evaluate, dan tahap adjust. Pada tahap deliver, Kerjasama mitra membantu pengabdian masyarakat ini untuk melebihi target edukasi hingga 145%. Instrumen yang digunakan dalam pendampingan juga membantu Poskestren dalam menilai dan mengidentifikasi kesehatan mental. Pengabdian kepada masyarakat telah berhasil merumuskan penyesuaian yang diperlukan untuk menginisiasi manajemen kesehatan jiwa sekolah berbasis pesantren.


Membangun komitmen bersama antar warga Pesantren (santri, guru, Yayasan, Poskestren) diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung upaya penyehatan kesehatan mental. Upaya membangun
komitmen bersama ini dapat dilakukan dengan melibatkan semua warga. Pesantren untuk mengusulkan kegiatan yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan mental. Usulan rencana kegiatan yang disusun oleh tim pengabdian masyarakat akan dibahas oleh warga lebih dulu sebelum disahkan sebagai rencana kerja.

Penulis: Nuzulul Kusuma Putri, S.KM., M.Kes.

Jurnal: INISIASI MANAJEMEN KESEHATAN MENTAL PADA SEKOLAH BERBASIS PESANTREN

AKSES CEPAT