51动漫

51动漫 Official Website

Pengetahuan, Sikap, Preferensi, dan Konsumsi Natrium (Garam) Tinggi Berisiko Terkena Hipertensi dan Obesitas pada Lansia

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Lansia berisiko tinggi mengalami masalah gizi dan kesehatan diantaranya obesiyas dan hipertensi dan obesitas (OB-HT). Konsumsi garam atau natrium berlebih merupakan faktor risiko hipertensi dan obesitas melalui mekanisme retensi air sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah dan berat badan.. Usia berperan serta dalam penurunan kemampuan kemosensori dan fungsi penciuman sehingga menurunkan sensitivitas ambang rasa dasar sehingga diperlukan peningkatan intensitas rasa termasuk pada rasa asin. Peningkatan intensitas rasa dapat memengaruhi peningkatan preferensi seseorang terhadap rasa dasar. Seseorang yang memiliki preferensi terhadap suatu rasa asin cenderung membutuhkan garam dalam jumlah yang lebih banyak untuk memperoleh rasa yang sama. Pengetahuan, sikap, preferensi rasa asin, dan ambang asin merupakan faktor penentu seseorang dalam mengkonsumsi bahan makanan,  tinggi natrium khususnya pada lansia..

Peneliti dari Departemen Gizi 51动漫 melakukan studi observasional dengan desain kasus kontrol yang melibatkan 50 orang lansia yang tinggal di UPTD Griya Werdha Surabaya. yang terdiri dari 25 kelompok kasus (OB-HT) dan 25 kelompok control (non OB-HT). Penelitian terdiri dari pengukuran antropometri komposisi tubuh, pengukuran tekanan darah, uji sensitivas rasa asin, preferensi rasa asin, serta penilaian asupan natrium (garam) denga metode Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ).  Kuesionet bergambar tentang pengatahuan dan sikap tenatang bahan mkaanan sumber natrium diaplikasikan di penelitian ini untuk kemudahan mengingat lansia sulit membaca dan kosnentrasi dalam mengisi kuesioner maupun wawancara yang terlalu lama. Kuesioner sebelumnya telah teruji validitas dan reliabilitasnya.

Hasil penelitian menunjukkan rerata usia 70 tahun, jumlsah wnnita 2 kali lebih bresar dibandingkan laki-laki dan jumlah ini tersebar merata pada kedua kelompok. Tingkat pengetahuan baik kurang dari 50%. Pada subyek laki, pengetahuan dan sikap konsumsi natrium tinggi, serta sensitivitas asin rendah berbeda signifikan dibandingkan wanita. Bagaimanapun asupan natrium lebih tinggi pada kelopom kasus di bandingkan kelompok control hanya pada wanita. Studi ini menunjukkan hubungan pola konsumsi natrium dengan kejadian OB-HT padaa lansia berbeda hasilnya berdasarkan jenis kelamin.

Penelitian ini menemukan interaksi kompleks antara OB-HT, pengetahuan tentang garam, sikap, praktik, dan asupan natrium pada lansia di lingkungan institusional. Terdapat perbedaan signifikan dalam pengetahuan dan sikap terkait makanan yang mengandung natrium, terutama antara jenis kelamin. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi yang ditargetkan, terutama yang mempertimbangkan perbedaan jenis kelamin, dalam program pengurangan garam untuk lansia di lingkungan institusional, Penyelenggara makanan di UPTD Griya Werdha diharapkan dapat membatasi makanan dengan kadar natrium tinggi sesuai dengan rekomendasi angka kecukupan natrium lansia serta pemberian edukasi melalui tenaga kesehatan terkait dampak makanan tinggi natrium terhadap hipertensi obesitas pada lansia di UPTD Griya Werdha Surabaya

Penulis: Dr. Farapti, dr., M.Gizi

Informasi lebih lengkap dari penelitian dapat diakses pada:

Farapti F, Sari AN, Furqonia AW, Nadhiroh SR, Kalpana CA. Knowledge, attitude, practice, and salt intake on obesity-related hypertension among institutional older adults: a comparative cross-sectional study. Jurnal Ners; 20 (4):363-373

AKSES CEPAT