51动漫

51动漫 Official Website

Pengetahuan Teknik Menyusui dan Dukungan Suami Tingkatkan Kepercayaan Diri Ibu dalam Memberikan ASI Eksklusif di RSAL Dr. Ramelan Surabaya

Menyusui merupakan fondasi penting dalam memberikan nutrisi optimal kepada bayi baru lahir. Namun, data global dan nasional menunjukkan bahwa cakupan pemberian ASI eksklusif masih jauh dari target. Menurut laporan WHO tahun 2023, hanya 38% bayi secara global yang mendapatkan ASI eksklusif, sementara di Indonesia angka tersebut menurun menjadi 55,5% pada tahun yang sama. Di Jawa Timur, cakupan ASI eksklusif hanya mencapai 72,68%, belum memenuhi target 80%. Rendahnya tingkat kepercayaan diri ibu dalam menyusui atau breastfeeding self-efficacy (BSE) menjadi salah satu faktor kunci yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

Sebuah studi korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di Unit Perawatan Nifas RSAL Dr. Ramelan, Surabaya, mengungkap bahwa pengetahuan ibu tentang teknik menyusui dan dukungan dari suami memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kepercayaan diri ibu dalam menyusui. Penelitian ini melibatkan 54 ibu pasca persalinan yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup pengetahuan teknik menyusui, dukungan suami, dan skala Breastfeeding Self-Efficacy Short Form (BSE-SF).

Hasil analisis menunjukkan bahwa 64,8% ibu memiliki pengetahuan tinggi mengenai teknik menyusui, dan 70,4% ibu mendapatkan dukungan dari suami. Ibu dengan pengetahuan menyusui yang baik dan dukungan suami yang kuat cenderung memiliki tingkat BSE yang lebih tinggi. Analisis statistik menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut berhubungan secara signifikan dengan BSE, masing-masing dengan nilai p = 0,000 untuk pengetahuan teknik menyusui, dan p = 0,006 untuk dukungan suami.

Pengetahuan menyusui membantu ibu memahami teknik yang benar, seperti posisi pelekatan dan tanda-tanda kecukupan ASI, serta mengatasi tantangan umum selama proses menyusui. Sementara itu, dukungan suami dalam bentuk bantuan emosional, motivasional, serta partisipasi dalam perawatan bayi dan rumah tangga, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi ibu untuk menyusui dengan tenang dan percaya diri.

Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan keluarga dalam program promosi menyusui. Pendidikan menyusui tidak hanya perlu ditujukan kepada ibu, tetapi juga kepada pasangan dan keluarga terdekat. Melibatkan suami dalam program penyuluhan dan konseling menyusui dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif.

Untuk meningkatkan keberhasilan menyusui, intervensi berbasis edukasi teknik menyusui dan dukungan keluarga perlu diterapkan secara luas di layanan pasca persalinan. Studi ini mendorong adanya penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih besar dan desain longitudinal guna mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi berbasis edukasi dan dukungan suami terhadap perilaku menyusui ibu.

Penulis:
Tanti Mardiana, Astika Gita Ningrum, dan Wahyul Anis

Untuk informasi lebih lanjut dapat diakses melalui tautan berikut:

DOI: 10.30574/ijsra.2025.16.1.2005

AKSES CEPAT