Stunting menggambarkan keadaan gizi kurang yang sudah berjalan lama. Masalah stunting pada anak akan menghambat perkembangan, hal ini dikarenakan pembentukan sel otak sangat pesat terjadi sejak janin masih dalam kandungan hingga anak berumur 3 tahun, strategi untuk meningkatkan upaya stimulasi perkembangan yang dapat dilakukan oleh ibu cenderung memiliki dampak positif yang sinergis untuk perkembangan anak stunting usia dini. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan tindakan stimulasi ibu dengan perkembangan anak stunting usia batita.
Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Tlanakan Pamekasan. Jumlah sampel sebanyak 186 responden dimana pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan check list. Analisis menggunakan uji statistik spearman檚 rho test.
Dari 186 ibu, 125(67,2%) berusia 20-30 tahun, dan 168(90,3%) ibu rumah tangga. Sebanyak 97(52,2%) anak laki-laki dan 89(47,8%) anak perempuan. Kelompok terbesar anak usia 25-36 bulan sebesar 80(43%). Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan pengetahuan ibudengan perkembangan anak stunting usia batita (p=<0,001) dan r = 0,496. Hasil uji statistik juga menunjukkan adanya hubungan tindakan stimulasi ibudengan perkembangan anak stunting usia batita (p=0,000) dan r = 0,549. Nilai pengetahuan ibu dan intensitas tindakan stimulasi yang dilakukan ibu berhubungan dengan kualitas perkembangan anak stunting usia batita.
Penulis: Ilya Krisnana, Praba Diyan Rachmawati, Ayu Saadatul Karimah, Eka Mishbahatul M. Has, Lizy Sonia Benjamin
Diterbitkan pada :
Journal of Pakistan Medicine Association (JPMA 73: S-59 [Suppl. 2]; 2023), DOI:





