Sebagai bagian dari generasi internet, siswa diharapkan untuk terlibat aktif dalam aktivitas berbasis internet. Mereka mengembangkan eksistensi dan identitas mereka dalam lingkungan digital, tempat mereka menjalin hubungan sosial virtual dan berinteraksi secara kolaboratif (Deopujari et al., 2019; Prensky, 2001; Tapscott, 1999, 2008). Seperti yang ditegaskan Tapscott & Williams (2010), menjadi bagian dari generasi internet berarti terlibat dalam pembelajaran kolaboratif dan terus membangun pengetahuan secara kolaboratif melalui internet. Hal ini berimplikasi pada kehidupan akademis siswa sebagai bagian dari generasi internet. Siswa yang berpikiran kritis dan berkomitmen pada integritas akademis secara alami akan mencari berbagai sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan sangat kredibel. Namun, bagi sebagian siswa lainnya, berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh dunia virtual, khususnya melalui blog yang luar biasa dan hampir tak terbatas, mungkin menggoda mereka untuk mengambil jalan pintas: mencari referensi atau informasi untuk mendukung tugas akademis melalui blog, meskipun dari sudut pandang ilmiah, keakuratan dan kualitas ilmiah informasi di berbagai blog mungkin tidak selalu terjamin.
Penelitian yang dilakukan oleh Sugihartati (2013) mengungkapkan bahwa sumber informasi yang biasanya digunakan mahasiswa untuk menyusun tugas kuliah atau tugas akhir umumnya tidak hanya mencakup materi cetak tetapi juga sering kali mencakup format elektronik yang dapat diakses oleh mahasiswa dari berbagai platform daring. Sebagai anggota generasi internet, mahasiswa tidak hanya terlibat dalam penjelajahan web untuk mengakses informasi terkait hiburan populer tetapi juga menyadari kemudahan referensi ilmiah yang diperlukan untuk tugas akademis mereka dapat diperoleh dari ranah daring, khususnya dari blog. Penelitian yang dilakukan oleh Sugihartati (2013) mengidentifikasi bahwa meskipun mahasiswa pada umumnya adalah pengguna web yang tekun dan cenderung memanfaatkan platform daring untuk mencari sumber materi untuk tugas akademis mereka, perilaku ini kemungkinan didorong oleh pertimbangan pragmatis dalam mengejar efisiensi dan kemudahan dalam memperoleh sumber informasi yang diperlukan. Untuk penyusunan sumber informasi elektronik, sebagian besar mahasiswa mengakui sering mendapatkannya dari berbagai blog, buku, dan artikel yang diunduh dari blog atau situs lain seperti Google, yang memberi mahasiswa kemungkinan dan kemudahan akses.
Internet dan banyaknya informasi yang ditawarkannya dapat menimbulkan situasi yang ambivalen bagi para siswa. Di satu sisi, kemudahan mengakses ruang daring menghadirkan kemungkinan bagi para siswa untuk menjelajahi informasi apa pun yang mereka butuhkan, termasuk materi ilmiah (Mor谩n-Reyes, 2022; Weinstein & James, 2021). Di sisi lain, kemudahan yang dapat digunakan siswa untuk mengakses blog yang tersedia di seluruh ruang daring dapat mengarahkan mereka pada kecenderungan pragmatis untuk mengambil jalan pintas: mencari informasi untuk mendukung tugas mereka dari berbagai artikel blog atau tulisan, dan menyelesaikannya dalam waktu yang sangat singkat. Namun, sejauh mana konten yang diakses dapat dipertanggungjawabkan masih terbuka untuk diperdebatkan (Cardenas-Navia & Fitzgerald, 2019; Mor谩n-Reyes, 2022; Silveira, 2010; Stewart, 2023).
Artikel ini melaporkan temuan-temuan studi mengenai pemanfaatan dan peran blog dalam mengembangkan literasi digital dan bagaimana mahasiswa dapat menumbuhkan literasi kritis melalui konten dan informasi yang disajikan dalam blog. Penelitian ini penting karena dua alasan utama. Pertama, tren terkini menunjukkan bahwa frekuensi mahasiswa mengakses blog terus meningkat, dan ada indikasi pragmatisme yang berkembang yang berpotensi membahayakan integritas ilmiah dalam ranah pendidikan tinggi. Kedua, karena kemudahan mahasiswa mengakses informasi yang disajikan dalam blog, ada risiko potensial yang menghambat peran positif pengembangan informasi dalam ranah daring, yang mencakup konten ilmiah yang mematuhi prinsip-prinsip ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain blog, ruang daring berisi sumber informasi ilmiah lain yang lebih dapat diverifikasi, seperti jurnal akademik, e-book, dan lain-lain. Secara umum, pertanyaan penelitian yang dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana siswa mengakses dan memanfaatkan informasi dari blog? dan (2) Bagaimana siswa dapat mengembangkan literasi kritis terhadap konten dan informasi dalam blog?
Melalui wawancara dengan 203 mahasiswa di kota Surabaya dan Malang, penelitian ini mengungkap bahwa frekuensi mahasiswa mengakses blog terus meningkat, dan ada pragmatisme yang berkembang yang berpotensi membahayakan integritas ilmiah dalam ranah pendidikan tinggi. Di satu sisi, keberadaan blog tidak diragukan lagi membantu mahasiswa dalam mencari informasi untuk mendukung proses belajar mengajar; di sisi lain, kemudahan mahasiswa mengakses informasi melalui blog dapat berisiko menghambat peran positif pengembangan informasi di ruang daring, yang seharusnya mematuhi standar keilmuan.
Berbeda dengan jurnal ilmiah, e-book, dan sumber lain dengan kualitas ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, informasi dalam blog, sesuai dengan norma yang berlaku, tidak dapat digunakan sebagai referensi dalam artikel ilmiah, tesis, atau karya akademis lainnya dalam pendidikan tinggi. Meskipun demikian, bagi mahasiswa yang memiliki keterampilan literasi digital dan pendekatan pragmatis, keberadaan blog sering dianggap sangat bermanfaat, terutama saat menghadapi tenggat waktu tugas yang ketat. Mengakses blog dan kemudian menjelajahi tautan yang disediakan, bagi mahasiswa pragmatis, merupakan cara praktis dan cepat untuk menemukan materi referensi yang diperlukan.
Para mahasiswa sangat menyadari bahwa blog sebaiknya tidak digunakan sebagai referensi dalam tugas-tugas akademis. Akan tetapi, dengan keterampilan literasi kritis mereka, banyak mahasiswa mencoba mencari informasi blog dengan cara parafrase dan penyuntingan. Blog-blog milik intelektual populer dan artikel-artikel dalam blog yang didukung oleh literatur yang akurat dianggap sebagai sumber referensi yang sangat bermanfaat dan dapat diandalkan untuk menulis dan menyelesaikan tugas-tugas akademis yang diberikan oleh dosen mereka. Meskipun blog menawarkan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan aspirasi dan mengeksplorasi ide-ide, kehadirannya secara bersamaan berisiko mengarahkan mahasiswa ke dalam perilaku yang kontraproduktif secara akademis.
Penulis: Prof. Dr. Rahma Sugihartati, Dra., M.Si.
Sumber: Rahma Sugihartati, Arya Wijaya Pramodha Wardhana & Nadia Egalita (2025). The use of blogs among student: Shifts in utilization, pragmatism, and critical literacy. International Journal of Information Science and Management (IJISM), Volume 23, Issue 1, Serial Number 1, January 2025, pages 1-15.





