Perluasan rumah sakit swasta yang terus menerus dapat merugikan pelayanan kesehatan universal. Studi retrospektif dari Malaysian National Health and Morbidity Surveys (NHMS) menemukan bahwa pemanfaatan sektor kesehatan swasta yang berpihak pada masyarakat kaya, dan meniadakan pelayanan kesehatan bagi Masyarakat miskin di Malaysia. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan kesenjangan dalam pemanfaatan layanan kesehatan. Pemerintah mendorong dalam privatisasi layanan kesehatan untuk memperbaiki sistem kinerja, berdasarkan pada teori efisiensi peningkatan pasar. Dampak dari krisis keuangan ASIA di tahuun 1997, maka pemerintah mendrong medical tourism untuk mengimbangi berkurangnya permintaan layanan kesehatan swasta pada domestik. Pembentukan Malaysia Health Travel Council (MHTC) dibentuk Pemerintah pada tahun 2019 untuk mempromosikan medical tourism.
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengukur efisiensi rumah sakit swasta setelah ekspansi dan menjelajah ke medical tourism secara ekstensif dengan dukungan pemerintah. Metode yang digunakan dengan memanfaatkan 101 rumah sakit swasta non-spesialisasi di Malaysia pada tahun 2014 dan 2018 dari Departemen Kesehatan Database Pusat Informatika, Kementerian Kesehatan Malaysia, dengan menggunakan model Uji-t sampel berpasangan, analisis varian (ANOVA) dan model Pabon-Lasso. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kinerja kuantitatif yang lebih baik ditemukan pada rumah sakit besar, rumah sakit terakreditasi, dan rumah sakit yang berpartisipasi pada medical tourism. Namun, jika dibandingkan dalam masing-masing kategori ukuran, Kategori 1 (rumah sakit kecil dengan kurang dari 100 tempat tidur) memiliki persentase rumah sakit efisien tertinggi (39,3 persen pada tahun 2014 dan 35,7 persen pada tahun 2018 di Sektor 3 dari grafik Pab贸n Lasso).
Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur (BOR) yang lebih tinggi dan rata-rata lama tinggal (ALoS) yang lebih lama terkait dengan rumah sakit swasta yang lebih besar, akreditasi rumah sakit, dan partisipasi dalam kegiatan wisata medis di Malaysia. Rumah sakit membutuhkan strategi lebih dalam bermitra untuk mengoptimalisasi sumber daya dan kapasias untuk menghasilkan kinerja yang baik. Kemitraan yang strategis antara rumah sakit dan Masyarakat akan mendorong kapasitas dan optimalisasi sumber daya, sehingga meningkatkan keuangan secara keselluruhan dan efisiensi teknis.
Penulis: Prof. Dr. Thinni Nurul Rochmah, Dra.Ec, M.Kes.
Link:
Baca juga: Perbandingan Biaya Rumah Sakit Riil dan Tarif INA-CBG untuk Stroke





