Ikan patin (Pangasius pangasius) merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga sangat baik untuk dikembangkan. Ikan patin banyak dikonsumsi di Indonesia karena dagingnya tergolong enak, lezat dan gurih, kandungan nutrisi ikan Patin yaitu 42 7,51% protein, 6,57% lemak, dan 75,21% air (Isa dkk., 2015). Pada tahun 2018, KKP menargetkan produksi patin sebesar 604.587 ton. Pada permintaan pasar domestik, angka konsumsi ikan patin per kapita cenderung meningkat tiap tahunnya yakni mencapai 21,9% terhitung dari tahun 2014 hingga 2017 dengan preferensi produk yang dikonsumsi ikan segar sebanyak 76%, ikan asing diawetkan 15% (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2018).
Kadar Kolesterol ikan yang didapatkan secara eksogen yaitu berasal dari makanan, sehingga membuat ikan membutuhkan pakan yang bernutrisi tinggi untuk membentuk komponen-komponen penting dalam tubuh. Formulasi pakan ikan umumnya diformulasikan berasal dari hewani maupun nabati untuk mencapai keseimbangan. Ikan patin memiliki kadar kolesterol sebesar. Pakan merupakan salah satu komponen terpenting dalam proses budidaya karena berperan dalam menunjang partumbuhan dan kelangsungan hidup ikan budidaya. Kualitas pakan ikan tergantung pada jumlah ketersediaan zat-zat makanan yang digunakan, yang dapat diketahui dari bagian yang hilang setelah pencernaan, penyerapan dan metabolisme.
Salah satu cara mengukur efisiensi pakan bagi tubuh ikan adalah melalui kecernaan. Seligi (Phyllanthus buxifolius) merupakan salah satu genus dari Phyllanthus adalah tanaman obat asli Indonesia, telah banyak digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Ekstrak daun seligi diketahui mengandung flavonoid, polifenol (tanin), saponin, alkaloid, kuinon, dan steroid triterpenoid. Sebanyak 240- 320 mg ekstrak etanol serbuk daun seligi terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol darah tanpa menyebabkan infeksi dan peradangan pada ayam, menyatakan dari hasil penelitiannya senyawa polifenol seperti flavonoid, dan tanin dapat menurunkan akumulasi kolesterol total, trigliserida, dan Low Density Lipoprotein (LDL) dengan berbagai cara seperti mencegah penyerapan biosintesis LDL, sebagai antioksidan dan menurunkan kadar LDL yang teroksidasi. Kandungan serat kasar yang terlalu tinggi dalam suatu bahan pakan akan mempengaruhi daya cerna ikan.
Pakan yang baik untuk ikan memiliki kandungan serat kasar tidak lebih dari 8%. Oleh sebab itu peningkatan kualitas pakan pada daun seligi dapat dilakukan menggunakan teknologi fermentasi dengan bantuan probiotik yang mengandung mikroorganisme hidup, baik dari bakteri selulotik maupun proteolitik yang kini probiotik ini mudah didapatkan secara komersial. Penelitian ini bertujuan menggunakan tepung fermentasi daun seligi terhadap kandungan kolesterol, LDL, dan HDL daging ikan patin, yang diharapkan dapat menghasilkan produk ikan patin yang aman bagi kesehatan, mengingat ikan patin mudah diperoleh dan sumber protein yang berkualitas.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan fermentasi tepung daun seligi dengan dosis maksimal 6% dapat menurunkan kadar kolesterol, LDL dan dapat meningkatkan kandungan HDL daging ikan patin. Daun seligi mudah diperoleh dan memberikan manfaat bagi pakan ikan patin dalam menghasilkan daging berkualitas utk pemenuhan protein hewani masyarakat Indonesia.
Penulis: Mirni Lamid
Link:





