Severity Acute Respiratory Syndrom-Coronavirus-2 (SARS-COV2) adalah virus sebagai penyebab pandemic COVID-19. Sementara virus tidak ada obat yang spesifik, oleh karena itu vaksin adalah cara memberikan kekebalan terhadap tubuh yang dapat menetralisasi infeksi SARS-CoV-2. Oleh karena itu diperlukan vaksin yang aman (safety), tidak toksik, mempunyai kemampuan menginduksi antibody (imunogenic), dan efektif. Senyampang dengan persyaratan diatas maka hasil penelitian ini lebih fokus pada keamanan dari sisi factor imflamasi, dan sel NK yang berperanan setelah terjadi infeksi.
Interleukin-6 (IL-6) adalah salah satu factor inflamasi yang diaktifkan oleh jalur pensinyalan sitokin (IFN-纬, TNF-伪, IL-1尾) melalui reseptor Toll like (TLRs)4, terutama bekerja melalui aktivasi sistem JAK-STAT. Mengapa demikian karena IL-6 dan s-IL6R akan berikatan dengan protein secara komplek dengan transmembran glikoprotein (gp130) untuk mengeliminasi inhibitor sistem JAK-STAT dan mempertahankan transkripsi IL-6.
Selain itu juga sistem bekerjanya sinergis dengan IFN-纬 dan TNF-伪 untuk mengaktifkan jalur NF-kB. Selanjutnya Interaksi IL-6 dan NF-kB terjadi dalam loop melalui mekanisme umpan balik. Karena adanya sinergi dengan factor inflamasi lainya maka Il-6 dapat digunakan sebagai ukuran atas terjadinya inflamasi akibat vaksin, oleh karena itu agar dapat hasil yang menyerupai manusia maka macaca cynomolgus digunakan dalam penelitian ini, karena jika semakin tinggi sekresi IL-6 berarti akan lebih tidak aman terhadap efek vaksin tersebut karena dapat memicu inflamasi yang berlebih, dan tentu menjadikan efek negative terhadap akseptornya.
Sementara itu respon sel NK-CD56 merupakan sel yang mempunyai tanggung jawab terhadap sel yang terinfeksi virus melalui perforin dan granzime untuk mengeluarkan virus dari sel yang terinfeksi yang selanjutnya antibody spesifik akan mengikatnya untuk dipersiapkan terhadap makrofage kemudian di ekspresikan melalui MHC-I dan MHC-II, dan tentu akan memicu sel T untuk mengenali dan bekerja sama dengan sel B untuk memproduksi sel plasma yang dapat mengsekesi antibodi spesifik, dan peningkatan sel NK-CD56 menunjukkan secara signifikan aktifitasnya.
Vaksin inaktif SARS-CoV-2 dikenali oleh system imun melalui PRR Selanjutnya antigen diangkut ke kelenjar getah bening dan disajikan melalui MHC-I dan MHC-II. Kemudian, MHC-II mengaktivasi sel T CD4+ melalui reseptor sel T (TCR). Fenomena ini memicu perekrutan sel NK ke bagian interfollicular dan medula kelenjar getah bening. Sel bertanggung jawab untuk respon imun bawaan awal dengan mengatur sel T CD4+, mensekresi IFN-纬 dan kemokin. Sel NK yang teraktivasi akan menghasilkan IFN-纬. Sitokin inilah yang menginduksi APC untuk melepaskan IL-12 dan IL-18 sebagai loop umpan balik positif untuk mempertahankan populasi sel NK dan sel T CD4+. Sinyal sitokin juga dapatb melalui interferon IL-21, IL-1, dan tipe I juga dapat memodulasi aktivitas sel NK. IL-21 dengan sitokin lain seperti IL-18 dan IL-15, mampu menginisiasi diferensiasi sel NK menjadi sel NK memori. Oleh karena itu vaksin inaktif aman dan mempunyai kemampuan menginduksi sel NK yang baik. Ekspresi sel NK-CD59 yang tinggi sering dikaitkan dengan tingkat IL-6 yang lebih tinggi, tetapi tidak berlebihan sehingga vaksin tersebut aman dan mengelemeinasi terhadap efek samping berupa inflamasi.
Analisis respons imune dan keamanan vaksin dapat disimpulkan, bahwa vaksin inaktif memberikan informasi berharga untuk memutuskan apakah kandidat vaksin dapat dianggap efektif. Pada penelitian ini diamati kadar sel CD59 NK dan IL-6 serum dan menunjukkan adanya peningkatan ekspresi sel NK CD59 secara signifikan, sedangkan kadar IL-6 tetap konstan. Namun, ditemukan adanya peradangan minimal sesuai dengan respon terbatas serum IL-6. walaupun masih diperlukan analisis jenis sitokin lainnya, juga ekspresi CD4+ dan CD8+, IL-2, IL-4, IFN-gama, respons antibodi IgG dan kemampuan netralisasi virus SARS-CoV-2 pada kera yang divaksinasi untuk mendapatkan informasi efek vaksin yang telah dikembangkan menjadi vaksin yang mempunyai sifat imunogenisitas serta efektifitas yang tinggi.
Penulis: Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh.
Sumber Pustaka:
Nirmala, EC, Sudjarwo AS, Kuncorojakti S, Puspitasari H, A檒a R, Wijaya AY, Susilowati H, Diyantoro,, Triakoso N, Setiawan B, Agung Eru Wibowo AE, Rantam FA. 2023. The response of CD59 NK cell and IL-6 level in Cynomolgus macaque immunized with inactivated SARS-CoV-2 vaccine candidate. Research J. Pharm. and Tech. 16(6): June 2023





