UNAIR NEWS – Kementrian Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 51动漫 (UNAIR) gelar program Langkah Menuju Masyarakat Sejahtera (LENTERA). Kegiatan ini terselenggara pada (3/5/2025) di Panti Werdha Hargo Dedali Surabaya. Kegiatan ini bermula dengan pemberian edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada lansia. Edukasi ini bertujuan sebagai langkah promotif agar audiens bisa memahami dan menerapkan PHBS.
Rangga Aditya selaku ketua pelaksana kegiatan membuka acara. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa program LENTERA adalah upaya mewujudkan SDGs 1 no poverty (tanpa kemiskinan), SDGs 2 zero hunger (tanpa kelaparan), dan SDGs 3 good health and well being (kesehatan yang baik dan kesejahteraan). 淭ujuan dari program ini selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga menyertakan pembagian sembako dengan harapan dapat memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat, tuturnya.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Edukasi PHBS bagi lansia sangat penting dalam menjaga kualitas hidup dan kemandirian lansia. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan yang menjadikannya lebih rentan terhadap penyakit. BEM FKM menekankan bahwa seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan.
“Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh cenderung melemah. Praktik PHBS seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, dan berolahraga ringan secara teratur. Itu tapat membantu memperkuat daya tahan tubuh lansia terhadap infeksi dan penyakit,” ungkapnya.
Selain memperkuat sistem imun, kegiatan pengmas ini juga menggarisbawahi risiko tinggi lansia terhadap komplikasi serius akibat penyakit menular. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, penggunaan masker saat sakit, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar dinilai dapat secara signifikan memutus rantai penularan penyakit.
Harus diketahui, banyak lansia hidup dengan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. 淧HBS, termasuk pengaturan pola makan yang sehat, aktivitas fisik yang sesuai, dan kepatuhan terhadap pengobatan, berperan krusial dalam mengelola kondisi ini dan mencegah komplikasi lebih lanjut, ujarnya.
Pilar Utama
Terdapat beberapa pilar PHBS. Antara lain meliputi pemenuhan gizi seimbang melalui konsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang, kaya serat, vitamin, dan mineral, serta pembatasan asupan gula, garam, dan lemak jenuh. Pilar lainnya adalah melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang sesuai kemampuan. Seperti berjalan kaki, senam lansia, atau berkebun, minimal 30 menit setiap hari.
“Istirahat cukup dengan tidur yang berkualitas selama 7-8 jam setiap malam penting untuk memulihkan energi dan menjaga fungsi tubuh lansia. Selain itu, menjaga kebersihan diri seperti mandi teratur, menjaga kebersihan gigi dan mulut, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar juga merupakan bagian dari PHBS,” terangnya.
Setelah kegiatan edukasi, dilakukan skrining kesehatan gratis bagi lansia sebagai langkah preventif. Kesehatan tubuh yang prima memungkinkan lansia untuk mempertahankan kemandirian dalam beraktivitas sehari-hari.
Penerapan PHBS membantu lansia tetap aktif, produktif, dan terhindar dari ketergantungan pada orang lain. Melakukan aktivitas fisik yang teratur, interaksi sosial yang positif, dan tidur yang berkualitas yang merupakan bagian dari PHBS. Hal tersebut dapat membantu menjaga kesehatan mental lansia, mengurangi risiko depresi.
Penulis: Arifatun Nazilah
Editor: Yulia Rohmawati





