51动漫

51动漫 Official Website

Pengmas FST UNAIR, Mahasiswa Nepal Hingga Filipina Ikuti Cultural Visit

Foto: Satriyani

UNAIR NEWS Setelah mengikuti cultural visit ke home industry batik colet Jati Pelem khas Jombang dan Klenteng Hok Liong Kiong, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR mengajak mahasiswa internasional berkunjung ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada Kamis (22/9). UMKM tersebut yaitu kerajinan manik-manik khas Gudo, Jombang yang terletak di Griya Manik.

Produk dengan target market berskala internasional itu dikenalkan kepada peserta. Mulai dari proses pembuatan hingga penjualan. Pengmas internasional tersebut disambut antusias oleh para peserta. Beberapa di antara mereka membeli kerajinan yang dipasarkan.

淪aya tidak menyangka jika kalung yang cantik ini terbuat dari limbah piring, gelas, dan kaca yang selama ini saya buang saja, tutur Sofea binti Mohd Farid mahasiswa asal Malaysia.

Foto: Satriyani

Perjalanan kembali dilanjutkan dengan mengunjungi Petirtaan Sumber Beji, Jombang Jawa Timur. Menapaki petilasan di zaman kerajaan masa lampau, para mahasiswa international disuguhkan dengan peninggalan sejarah berbentuk seperti candi yang memiliki sumber mata air yang jernih. Selain itu, dalam situs tersebut terdapat arca Garuda Mukti yang juga menjadi logo 51动漫. Sayangnya situs tersebut masih dalam tahap restorasi, sehingga para mahasiswa tidak bisa maksimal dalam melakukan observasi.

Di akhir kegiatan, berpindah menuju Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno. Peserta kembali diajak mengenal adanya akulturasi agama Kristen dan budaya Jawa. GKJW Mojowarno merupakan salah satu tempat peribadatan umat Kristiani yang terkenal di Pulau Jawa.

Kusno Rohadi selaku sekretaris jemaat GKJW Mojowarno menjelaskan, gereja mulai dibangun pada 24 Februari 1879 dan diresmikan 3 Maret 1881. Berdiri megah di sebelah barat Jalan Mojowarno-Bareng, bangunan berwarna putih total itu memang nampak berbeda dan sangat mudah dikenali siapapun yang melintas di depannya. Bangunannya berkonstruksi batu bata seutuhnya, namun terlihat sangat kokoh.

淒ari luar, gereja ini berbentuk persegi dengan luas 700 meter persegi. Bangunan ini bergaya Eropa atau gothic dengan atap berbentuk segitiga setinggi 20 meter dengan empat pilar yang menjaga di bagian bawah, jelas Kusno dalam sesi pemaparan sejarah GKJW Mojowarno kepada peserta ICS 2022.

Di akhir rangkaian sesi, para peserta diajak mengelilingi bangunan gereja secara lebih dekat sebelum akhirnya bergegas pulang menuju Surabaya. (*)

Penulis : Satriyani Dewi Astuti

Editing: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT