51

51 Official Website

Pengmas Penguatan Kesadaran Reproduksi Remaja yang Sehat di Pondok Pesantren Fathul Muien Jember

Potret kegiatan KKN. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-BBK Kabupaten Jember mengadakan Pengabdian Masyarakat di Pondok Pesantren Fathul Muien Kelurahan Glagahwero Kecamatan Panti Kabupaten Jember tanggal 3 Februari 2023. Topik yang diangkat pada Pengmas ini Kesadaran Reproduksi Remaja dengan menitikberatkan pada masalah stunting.

Penyuluhan ini disampaikan oleh Dr. Purwo Sri Rejeki, dr.,M.Kes bersama Tim DPL Dr. Wiwin Retnowati, S.Si.,M.Kes., Djoko Adi Prasetyo, Drs.,M.Si., Hari Soepriandono, S.Si., M.Si. Prof. Dr. Purkan, M.Si., Herri Tri laksana, S.Si., M.Si., Ph.D.,    Dr. Gandul Atik Yuliani, drh., M.Kes., Dr. Reny I’tishom, M.Si. Eka Saputra, SPi.,M.Si., Dr Siti Khaerunnisa, M.Si., Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes.dr. Niko Azhari Hidayat, Sp.BTKV.

Dokter Purwo Sri Rejeki menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi remaja yang sehat dimulai dari diri sendiri. Remaja yang sehat terutama remaja putri diharapkan ke depan dapat menjadi kader stunting dan sekaligus berperan mencegah kasus stunting di Jember. Dokter Purwo memberi edukasi bagaimana cara deteksi dini, dampak stunting, penyebab dan peran remaja dalam pencegahan stunting.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak akan lebih pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak janin dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi stunting baru tampak setelah anak berusia 2 tahun. Cara deteksi stunting yaitu dengan mengukur Indeks Nilai Zskor TB/U (Kemenkes 2010), dimana jika Sangat Pendek < -3SD, Pendek -3SD<x<-2SD, Normal-2SD<x<2SD, Tinggi>2SD. Tingkat kecerdasan Rentan terhadap penyakit menurunkan produktivitas kerja, Menghambat pertumbuhan ekonomi, Meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan.

Penyebab stunting antara lain praktek pengasuhan yang tidak baik meliputi kurang pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, 55% anak usia dibawah 6 bulan tidak mendapat asupan ASI yang cukup, 1-3 anak usia 6-23 bulan tidak mendapat MP-ASI tepat. Kurangnya akses ke bahan makanan bergizi melaiputi, 1 dari 3 ibu hamil anemia, bahan makanan mahal. Terbatasnya layanan kesehatan seperti ANC, PNC dan pembelajaran dini berkualitas meliputi, 1 dari 3 anak usia 3-6 tahun tidak terdaftar di PAUD, 2 dari 3 bumil tidak mengkonsumsi suplemen besi yang memadai, tidak mendapat akses yang memadai ke layanan imunisasi. Kurangnya akses air bersih dan sanitasi meliputi, 1 dari 5 rumah tangga masih BAB di ruang terbuka, 1 dari 3 rumah tangga belum memiliki akses ke air minum bersih.

Remaja dapat berperan pada Gerakan Masyarakat Sehat pencegahan stunting dengan cara : peningkatan aktivitas fisik; peningkatan perilaku hidup sehat; penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi; peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit; peningkatan kualitas lingkungan; dan peningkatan edukasi hidup sehat. Hal lain yang bisa dilakukan adalah menikah ketika siap yaitu Siap Raga, Siap Mental dan Psikologis, Siap Finansial. Hamil Ketika Fungsi Reproduksi Sudah Siap yaitu Jangan Terlalu Muda, Gizi yang Baik yaitu Lingkar lengan atas diatas 23,5 cm. Di akhir penyuluhan diberikan slogan Ayo Hidup Sehat, Sehat dimulai dari Saya.

Penulis: Tim KKN

AKSES CEPAT