UNAIR NEWS – Pada awal abad-19 terapi akupunktur menggunakan jarum dan moksa, Namun saat ini terapi dengan jarum dan moksa dikatakan kurang efisien, karena penyebab utama ketidakseimbangan Qi di dalam tubuh adalah radiasi gelombang elektromagetik, berdasarkan hal inilah S2 Teknik Biomedis-51动漫 mengembangkan jenis stimulator dan laser hasil produksi laboratorium Biofisika-Fakultas Sains dan Teknologi, UNAIR. Dengan memperhatikan titik akupunktur yang merupakan jaringan peka rangsang, baik berupa rangsangan mekanis, termis maupun listrik. Dan sebuah alat elektrostimulator yang merupakan suatu peralatan elektronik dengan kemampuan memberikan rangsangan listrik pada tubuh dalam bentuk gelombang, intensitas, dan frekuensi tertentu. S2 Teknik Biomedis-51动漫 kemudian mengembangkan prinsip kerja elektrostimulator untuk terapi akupunktur dengan merangsang titik-titik akupunktur menggunakan pulsa arus listrik, berdasarkan bentuk gelombang, besarnya intensitas (tegangan dan arus), frekuensi, dan waktu rangsangan
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diketuai oleh Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti, M.Si berusaha untuk memperkenalkan produk penelitian UNAIR yang dapat dimanfaatkan oleh tenaga medis untuk membantu dalam penanganan pasien. Kegiatan ini juga menghadirkan Prof. Dr. Ir. Suhariningsih sebagai nara sumber yang merupakan peneliti dalam pengembangan aplikasi LASER untuk kesehatan. Pr. Dr. Ir. Suhariningsih memberikan pemaparan materi tentang 淜onsep dasar kelistrikan AES-5 sebagai alat fisioterapi dan alat kesehatan tradisional dan juga karakteristik stimulator, karakteristik laser He-Ne, penghitungan dosis energi, serta dosis optimum penggunaan laser漇elain itu Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti, M.Si turut memberikan materi kepada peserta PKM terkait 淧engembangan teknologi peralatan Fisioterapi berbasis kelistrikan, sekaligus memberikan demonstrasi langsung jenis stimulator produksi laboratorium Biofisika FST-UNAIR serta kontra indikasi penggunaan elektrostimulator dan laser kepada nakes puskesmas Wonosari I Klaten.
PKM ini dihadiri 30 peserta yang terdiri dari Dokter dan Tenaga Kesehatan dan 10 panitia berserta narasumber dari UNAIR. Acara dimulai dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Airlangga, sambutan Dr. Suryani Dyah Astuti, M.Si selaku ketua panitia pelaksana dan Dr. Magdalena Dwi Wahyuni, M.Biomed selaku Kepala Puskesmas Wonosari I Klaten-Jawa Tengah , materi inti, dan penutup sekaligus pemaparan evaluasi PKM berdasarkan angket kepuasan yang dibagikan kepada peserta PKM. Pada saat acara inti, yaitu penjelasan tentang produk elektrostimulator akupunktur dan laser terlihat peserta PKM sangat antusias dan tertarik dengan materi yang disampaikan oleh nara sumber. Suasana diskusi dan tanya jawab menjadi lebih hidup dan menyenangkan dengan beberapa peserta yang ikut menceritakan pengalaman dalam penanganan pasien akupuntur. Acara ini kemudian ditutup dengan penyerahan alat medis hibah AES-5 mitra PKM kepada kepala puskesmas Wonosari I.
Penulis: Tim





