UNAIR NEWS – Seiring dengan bertambahnya usia, lansia cenderung mengalami penurunan kualitas hidup. Penurunan kualitas hidup ini seringkali disebabkan oleh permasalahan kesehatan dan penurunan kondisi fisiologis. Penurunan kondisi fisiologis ini menyebabkan perubahan status gizi pada lansia melalui perubahan asupan makan dan aktivitas fisik. Perubahan ini dapat dipengaruhi akibat penurunan fungsi pengecapan, penurunan fungsi kognitif serta penurunan fungsi gerak.
Data penelitian pada tahun 2020 di Griya Werdha Surabaya, didapatkan sebanyak 64,8% lansia penderita hipertensi, 33% dengan asam urat, 27,8% dengan hiperkolesterolemia, dan 13% menderita diabetes mellitus dan lebih dari 20% mengalami multiple disease. Faktor risiko utama gangguan kesehatan tersebut merupakan kesalahan pola hidup salah satunya pola makan. Pola makan lansia dipengaruhi oleh kehidupan lansia di Griya Werdha sangat bergantung dengan sistem dan pelayanan yang diterapkan di panti. Sehingga masih diperlukan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, tenaga kesehatan, penyelenggara makanan, serta lansia untuk pengimplementasian food service terintegrasi serta edukasi interaktif dalam upaya peningkatan kualitas hidup lansia di Griya Werdha Surabaya
Kegiatan pengabdian masyarakat di UPTD Griya Wreda Surabaya yang diketuai oleh Farapti, dr., M.Gizi bersama mahasiswa S1 Gizi serta mahasiswa keperawatan ini dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2022 dengan mengikutsertakan sekitar 70 orang lansia. Kegiatan pengmas ini telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2020 dengan melibatkan lansia maupun penyelenggara makan. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, komposisi tubuh , ambang rasa dilakukan untuk menilai status gizi dan status kesehatan lansia. Pengamatan dan evaluasi kegiatan penyelenggara makanan di Griya Werdha juga rutin dilakukan dengan melakukan wawancara kepuasan pada lansia serta pelayanan makanan kepada juru masak.
Berbeda dengan tahun sebelumnya dimana pemberian edukasi dilakukan dengan metode ceramah membahas mengenai topik kesehatan lansia, edukasi tahun ini yaitu edukasi interaktif berupa suatu permainan aktivitas fisik jalan kaki dengan menuliskan pesan-pesan gizi di sepanjang area permainan. Para lansia diminta mengingat pesan-pesan tersebut sekaligus dinilai ketangkasan dan kelincahan mereka dalam permainan ini. Konseling gizi oleh mahasiswa gizi kepada masing-masing lansia melengkapi kegiatan pengabdian masyarakat tahun ini. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan, meningkatkan status gizi dan status kesehatan lansia dalam mewujudkan lansia yang sehat dan produktif.
Penulis: Farapti dan Annisa Wulida





