51动漫

51动漫 Official Website

Pengukuran Konsentrasi Asam Lemak Rantai Pendek dalam Serum Darah Sapi

Akumulasi antibiotik dalam produk pangan asal hewan dapat berkontribusi terhadap terjadinya resistensi pada manusia, alternatif seperti probiotik dan prebiotik baru-baru ini diusulkan untuk mengatasi masalah yang terkait dengan pengurangan penggunaan antibiotik. Oleh karena itu, daya tarik terhadap efek prebiotik yang meningkatkan kesehatan mengalami peningkatan tren, contohnya seperti mannanoligosakarida, fruktooligosakarida, laktulosa, dan produk fermentasi. Prebiotik telah dilaporkan memberikan pengaruh positif terhadap flora bakteri di saluran pencernaan (dengan meningkatkan populasi Bifidobacteria dan Lactobacillus), sehingga mengurangi kejadian penyakit pada ternak.

Selain masalah resistensi patogen akibat penyalahgunaan antibiotik, kontaminasi komoditas pangan dengan mikotoksin, yang merupakan metabolit jamur sekunder, juga menjadi perhatian global dalam produksi pertanian dan peternakan. Konsumsi produk yang terkontaminasi mikotoksin menimbulkan efek akut dan kronis pada manusia dan hewan; dengan demikian, kontaminasi makanan, pakan, dan bahan-bahan oleh mikotoksin menimbulkan risiko kesehatan yang besar. Oleh karena itu, strategi mitigasi terhadap mikotoksin diperlukan di lokasi produksi ternak di seluruh dunia. Sampai saat ini, adsorben mikotoksin yang digunakan dalam pakan ternak umumnya terdiri dari campuran yang mengandung mineral, yeast (ragi), dan dalam beberapa kasus, enzim atau mikroorganisme hidup (probiotik). Baru-baru ini, interaksi langsung oligosakarida dengan sel epitel usus telah dilaporkan, yang menunjukkan bahwa oligosakarida ini meningkatkan dan melindungi barier usus dan memodulasi respon imun sel epitel. DFA III adalah disakarida alami yang tidak dapat dicerna dalam roasted chicory (semacam sawi putih) yang dibuat dari inulin melalui fermentasi mikroba. Kami sebelumnya melaporkan efektifitas suplementasi DFA III sebagai prebiotik untuk peningkatan kesehatan dan mikrobiota usus pada anak sapi. Hasilnya menunjukkan bahwa ini dapat melindungi barier usus pada sapi dan dapat digunakan sebagai alternatif untuk melindungi terhadap kontaminasi mikotoksin dosis rendah kronis dari pakan ternak.

Disimpulkan bahwa suplementasi DFA III selama minimal 2 minggu mempengaruhi tren konsentrasi short-chain fatty acid (SCFA) atau asam lemak rantai pendek darah pada sapi. Seperti yang kami laporkan sebelumnya, oligosakarida seperti DFA III, yang sekarang banyak digunakan sebagai prebiotik, memiliki kemampuan untuk melawan mikotoksin dengan cara meningkatkan kesehatan usus dan barier usus. Penelitian kami lebih lanjut akan mengembangkan teknik pengendalian mikotoksin baru yang dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan broduktifitas ternak dengan menggabungkan data lapangan dan in vitro.

Penulis : Oky Setyo Widodo, drh., M.Si

Link     :

AKSES CEPAT