Penelitian ini mengkaji potensi antibakteri dari ekstrak kulit jeruk madu (honey orange peel) yang diolah menggunakan metode Soxhlet dan dikombinasikan dengan prekursor tembaga sulfat pentahidrat (CuSO鈧劼5H鈧侽) untuk menghasilkan material berbasis tembaga oksida (CuO). Proses ekstraksi dari 122 gram kulit jeruk menghasilkan 585 ml ekstrak, yang kemudian divariasikan konsentrasinya (50%, 37,5%, 25%, dan 12,5%). Karakterisasi dilakukan dengan FTIR yang menunjukkan adanya gugus fungsi flavonoid serta O-H pada bilangan gelombang 3309,24 cm鈦宦. Hasil XRD mengindikasikan pembentukan senyawa CuO dengan persentase tertinggi 25,9% pada sampel konsentrasi 12,5%, meskipun sebagian besar masih didominasi oleh prekursor CuSO鈧劼5H鈧侽. Uji PSA menunjukkan ukuran partikel berada pada rentang mikrometer (25 碌m), yang masih perlu optimasi lebih lanjut agar mencapai skala nano untuk efektivitas antibakteri yang lebih baik.
Uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Escherichia coli memperlihatkan zona hambat dengan diameter lebih dari 20 mm pada semua variasi konsentrasi, yang menandakan aktivitas antibakteri yang sangat efektif. Konsentrasi 25% menghasilkan zona hambat terbesar (26,31 卤 0,16 mm), diikuti oleh 12,5% (25,53 卤 0,31 mm). Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit jeruk madu, dipadukan dengan CuSO鈧劼5H鈧侽 melalui proses green synthesis, memiliki potensi besar sebagai agen antibakteri alami yang efektif. Selain menawarkan solusi pemanfaatan limbah pertanian, penelitian ini juga mendukung pengembangan material ramah lingkungan untuk aplikasi kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
- Berikut saya lampirkan gambar untuk tampilan di web.

Penulis: Ersyzario Edo Yunata, Ph.D
Link dan Indeks : Scopus,





