51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Peningkatan Aktivitas Biologis Katekin dari Uncaria gambir sebagai Agen Antikanker melalui Studi Enkapsulasi Molekuler

Ekstrak Gambir Sebagai Penghambat Korosi pada Stainless Steel
Sumber: Greeners.Co

Indonesia merupakan eksportir gambir terkemuka di dunia, memasok sekitar 80% dari permintaan pasar internasional. Sebagian besar produksi terjadi di Sumatera Barat, dengan perkiraan produksi sebesar 2.491 ton yang tercatat pada tahun 2018. Produksi ini sebagian besar dilakukan dalam skala kecil oleh petani lokal. Gambir diperoleh sebagai ekstrak air panas dari daun dan ranting tanaman gambir (Uncaria gambir). Secara tradisional, ekstraknya dikunyah sebagai herba dan dikonsumsi karena khasiat antidiare dan antioksidannya. Uncaria gambir secara konvensional diolah untuk mengobati luka, tukak lambung, demam, asma, rematik, hiperpireksia, hipertensi, sakit kepala, penyakit gastrointestinal, dan infeksi bakteri atau jamur.

Beberapa kondisi ini berkaitan dengan peradangan kronis dan stres oksidatif, mekanisme yang juga mendasari perkembangan kanker. Dengan demikian, penggunaan tradisional menunjukkan potensi aktivitas antikanker, terutama karena kandungan polifenolnya yang kaya. Secara kimia, gambir terdiri dari 7,63“23,16% air, 12,24“24,16% tanin, 14,76“86,71% katekin, 1,43“25,24% abu, dan 5,58“46,28% senyawa yang tidak larut dalam air. Karena katekin merupakan komponen yang paling melimpah dalam gambir, mengisolasinya dapat meningkatkan nilai dan potensi ekspor produk ini secara signifikan.

Katekin, yang merupakan flavonoid bioaktif yang berasal yang telah berhasil diisolasi dari Uncaria gambir, menunjukkan potensi antikanker yang signifikan tetapi dibatasi oleh kelarutan airnya yang rendah dan bioavailabilitasnya yang rendah. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini menyelidiki enkapsulasi molekuler katekin dengan β-siklodekstrin (β°ä¶Ù) dan hidroksipropil-β-siklodekstrin (HPβ°ä¶Ù) melalui pendekatan eksperimental dan komputasional. Karakterisasi struktural menggunakan mikroskop elektron pemindaian emisi medan (FESEM), difraksi sinar-X (XRD), dan spektroskopi resonansi magnetik nuklir (NMR) mengonfirmasi keberhasilan pembentukan kompleks inklusi, dengan HPβ°ä¶Ù menunjukkan amorfisasi dan dispersi molekuler yang superior, menunjukkan peningkatan kelarutan.

Selain itu, studi molekuler in siliko melalui simulasi docking molekuler dan dinamika molekuler dari kompleks inklusi juga dilakukan. Hasil menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada koordinat katekin di dalam rongga kedua bahan. Secara khusus, kompleks Cat-HPβ°ä¶Ù menunjukkan energi bebas pengikatan (∆Gbind) yang lebih kuat melalui beberapa pendekatan energi bebas titik akhir yang diperkirakan dalam penelitian ini. Lebih lanjut, kompleks Cat-HPβ°ä¶Ù menunjukkan efek sitotoksik yang signifikan terhadap sel kanker payudara MCF-7 tergantung waktu, mencapai nilai IC50 sebesar 14 μg/mL dan 10 μg/mL masing-masing pada 48 dan 72 jam. Temuan ini menunjukkan HPβ°ä¶Ù sebagai pembawa optimal untuk katekin, meningkatkan kelarutan, stabilitas, dan efikasi antikankernya, sehingga membuka jalan bagi potensi aplikasi farmasinya.

Penulis: Nanik Siti Aminah

Untuk mendapatkan informasi yang lebih detail terkait riset ini, dapat dilihat pada link berikut:

AKSES CEPAT