51动漫

51动漫 Official Website

Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa Profesi Ners dengan Metode Bimbingan Klinik Five Minute Preceptor

Berfikir kritis  pada mahasiswa dapat membantu mencapai kompetensi yang penting. Kompetensi penting pada mahasiswa profesi ners adalah berpikir kritis, yang meliputi  keingintahuan, pemikiran logis dan menerapkan pengetahuannya pada praktek klinis. Namun selama pembelajaran klinik, mahasiswa sering kali harus belajar keras untuk memahami beberapa perbedaan antara teori yang menimbulkan keraguan dan kebingungan selama pembelajaran klinik. Mahasiswa pembelajaran klinik harus belajar keras dan mandiri untuk memahami dan memilih beberapa perbedaan  antara teori dan pelakasanaan praktek di lapangan yang dapat menimbulkan kerancauan penafsiran teori Pam and Mike dalam Sigit (2015:1). Mahasiswa juga sering dijumpai tengah mengalami timbul rasa ragu, bingung dan cemas dalam proses pembelajaran klinik mengingat dalam hal ini mahasiswa di tuntut agar berfikir kritis. Bentuk konflik yang terjadi antara mahasiswa dan pembimbing klinik tersebut nantinya akan menciptakan rantai masalah baru diantaranya mahasiswa menjadi tidak bisa mencapai target kompetensi yang telah ditetapkan. Antondalam Sigit (2015:1). Pelayanan bimbingan yang dilakukan oleh pembimbing klinik harus lebih baik sebelum mengarahkan dan melatih mahasiswa untuk berfikir kritis Reilly, D.E., and Oermann, M. H., (2002:83), karena dapat menimbulkan kekritisan kepada peserta bimbingan klinik yang mengandalkan 渕icroskill yang menitik beratkan pada cara berfikir kritis perlu dikembangkan. Metode bimbingan klinik atau preceptorship yang bisa menjadi salah satu pilihan yang menuntut mahasiswa untuk berfikir kritis adalah Bimbingan klinik 5MP (Five Minute Preceptorship) atau dikenal juga dengan OMP (One Minute Preceptorship).

Ketidaksesuaian  tuntutan pendidik akademik dengan kondisi nyata yang diberikan oleh pendidik klinik tidak tercapai optimal keberhasilan program pembelajaran klinik dipengaruhi banyak faktor. Faktor yang mempengaruhi kesuksesan perawat dalam pembelajaran klinik adalah skill dan pengalaman pendidik klinik, kemampuan mahasiswa membuat peluang belajar selama  praktik klinik, kemampuan praktik perawat klinik untuk terlibat dalam proses bimbingan dan kemampuan mahasiswa membuat peluang belajar selama praktik klinik. Stress yang dialami sering disebabkan oleh hubungan antara mahasiswa dengan pendidik klinik dan staff perawat di tempat praktek. Wijaya (2014:7).

Bimbingan klinik  dalam belajar klinik merupakan kebutuhan yang diperlukan mahasiswa keperawatan tingkat efektifitas pembelajaran klinik akan lebih berkualitas bila ditunjang dengan pengetahuan teoritis dan klinis pembimbing. Salah satu karakteristik peran pembimbing yang paling tinggi tingkatanya adalah ketrampilan pembimbing yang menunjukan cara bertindak dalam situasi keperawatan yang nyata Raeun dalam Sigit (2015:3).

Pengetahuan teoritis dan dan klinis pembimbing klinik sebagai kompetensi keperawatan akan mempengaruhi keefektifan pengajaran yang digunakan dalam praktik keperawatan  dan sikap terhadap profesi. Knox &Mogan dalam Sigit (2015:3). Bahwa hubungan pembimbing klinik dengan mahasiswa merupakan karakteristik pembimbing klinik yang mampu sangat efektif dan paling penting daripada kompetensi professional dan atribut personal seorang pembimbing klinik Reilly & Oermann (2002:64 ). Upaya meningkatkan lulusan tenaga keperawatan yang kompeten sesuai berdasarkan dengan Undang Undang Nomor 38 keperawatan tahun 2014, diperlukan bimbingan klinik atau perceptorship yang juga dapat memberikan nilai kekritisan mahasiswa yang tinggi. Bentuk metode bimbingan klinik yang dapat diadopsi dan diterapkan adalah dengan metode bimbingan klinik Five Minute Preceptor atau lebih dikenal One Minute PreceptorAgbedia & Ogbe (2014:98)

Penelitian ini merupakan jenis penelitian pra-eksperimen dengan pendekatan Static Group Comparison. Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang melakukan (intervensi) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh atau gejala yang timbul sebagai dampak dari perlakuan yang diberikan tersebut. Desain penelitian ini menganggap bahwa kondisi kedua kelompok adalah homogen, dimana tidak terdapat perbedaan jenjang (tingkatan) dalam aspek yang dinilai. Penelitian ini melibatkan 30 mahasiswa pada setiap kelompok penelitian yang memenuhi kriteria insklusi dan eksklusi yang di tentukan peneliti karena teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian dengan kuesioner. Analisa data yang digunakan uji tes. Variabel independen penelitian ini adalah metode bimbingan klinik five minute preceptor sedangkan variabel dependen adalah tingkat kekritisan mahasiswa profesi.Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok perlakuan memiliki rata-rata 106,82 dan standar deviasi 3,76 yang cenderung lebih mendekati nilai ekspetasi maximal. Sedangkan kelompok kontrol memiliki rata-rata 106 dan standar deviasi 6,83 yang cenderung lebih mendekati nilai ekspetasi maximal. Nilai probalilitas (sig) kelompok intervensi terhadap kelompok kontrol sebesar 0,026 yang lebih kecil dari alpha (蓱) sebesar 0,05 dengan angka korelasi sebesar 0,675 yang memiliki pengaruh kuat.Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa metode bimbingan klinik: 淔ive Minute Preceptor meningkatkan berfikir kritis mahasiswa profesi di Rumah Sakit Umum Daerah Jombang

Penulis Dr. Hariyono, M. Kep

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di

AKSES CEPAT