51动漫

51动漫 Official Website

Peningkatan Keselamatan Pasien, Kualitas Perawatan, dan Akurasi Dokumentasi melalui Dokumentasi Keperawatan Elektronik

ilustrasi perawat (foto: dok istimewa)

Perawat memiliki peran penting dalam memastikan kualitas perawatan melalui interaksi berkelanjutan dengan pasien. Kemajuan teknologi informasi (TI) mendorong pengembangan bidang Keperawatan, termasuk transisi dari dokumentasi perawatan berbasis kertas ke dokumentasi elektronik. Dokumentasi ini penting untuk mencatat informasi perawatan pasien secara efektif dan sesuai dengan tahapan proses keperawatan, seperti penilaian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi perawatan. Di Indonesia, dokumentasi keperawatan masih dominan berbasis kertas, yang rentan terhadap kesalahan dan kurang efisien dalam pertukaran informasi antar profesional kesehatan. Sistem dokumentasi elektronik dapat mempercepat proses dokumentasi, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan keamanan serta kualitas perawatan. Namun, implementasi di rumah sakit Indonesia menghadapi tantangan seperti resistensi terhadap perubahan, infrastruktur yang belum memadai, dan kebutuhan pelatihan. Dokumentasi keperawatan yang akurat sangat penting karena berpengaruh positif pada komunikasi tim, keselamatan pasien, dan kontinuitas perawatan. 

Systematic Review ini dilakukan pada Desember 2022 dengan pencarian komprehensif di basis data Scopus, ScienceDirect, ProQuest, PubMed, CINAHL, Sage Journals, dan Google Scholar untuk studi berbasis manusia yang dipublikasikan dalam bahasa Inggris antara 2018 hingga 2022. Prosesnya mengikuti pedoman terbaru dari PRISMA, menggunakan kombinasi kata kunci dan istilah MeSH seperti “Nursing”, “care”, “documentation”, “record”, “electronic”, “process”, dan “health services”. Protokol ulasan ini terdaftar di Open Science Framework pada 9 Februari 2023. Ulasan ini menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi sesuai format PICOS, dan setelah duplikasi dihapus, judul, abstrak, dan kata kunci disaring oleh dua peninjau. Artikel yang dipilih diorganisir dalam tabel untuk mencatat informasi terkait penulis, tahun publikasi, metode penelitian, detail partisipan, intervensi, dan hasil. Ekstraksi data dilakukan oleh dua peninjau dengan validasi silang oleh peninjau ketiga, dan perbedaan diselesaikan melalui diskusi. Evaluasi kualitas studi menggunakan pedoman STROBE dengan sistem penilaian “ya/tidak” dan alat penilaian 22 pertanyaan yang mencakup berbagai aspek seperti pertanyaan penelitian, karakteristik sampel, intervensi, pengukuran hasil, prosedur tindak lanjut, dan teknik statistik, serta mempertimbangkan potensi bias pengukuran, informasi, dan pemilihan.

Penggunaan dokumentasi keperawatan elektronik menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal keselamatan pasien, kualitas perawatan, dan dokumentasi. Meskipun demikian, penerapan dokumentasi elektronik memerlukan pendekatan yang strategis dan menyeluruh. Dokumentasi elektronik berkontribusi pada peningkatan koordinasi perawatan melalui akses cepat ke catatan, dokumentasi yang komprehensif untuk staf keperawatan, manajemen waktu yang efisien bagi perawat, dan dampak positif terhadap keselamatan pasien, kualitas perawatan, serta dokumentasi. Dari 469 item yang awalnya diidentifikasi, 15 (3,2%) dianalisis secara mendalam, menunjukkan pengaruh positif dokumentasi keperawatan elektronik terhadap keselamatan pasien, kualitas perawatan, dan dokumentasi. Namun, terdapat kekurangan dalam pengembangan dokumentasi keperawatan elektronik untuk efektivitas optimal. Kesimpulannya, dokumentasi keperawatan elektronik secara signifikan meningkatkan keselamatan pasien, kualitas perawatan, dan dokumentasi; untuk memfasilitasi integrasinya di lingkungan klinis, diperlukan sistem dokumentasi keperawatan elektronik yang standar dan terstruktur logis.

Artikel ini merujuk pada penelitian dengan judul 淓lectronic nursing documentation for patient safety, quality of nursing care, and documentation: A systematic review

Link Jurnal: https://jpma.org.pk/index.php/public_html/article/view/9996

AKSES CEPAT