51动漫

51动漫 Official Website

Peningkatan Pemahaman Masyarakat Tentang COVID-19 Melalui Video Edukasi

Ilustrasi oleh Nebraska Med

Pada tanggal 11 Maret 2020 adalah pertama kali COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh badan kesehatan internasional yaitu World Health Organization (WHO). Berawal dari bulan Desember 2019 di Wuhan, China, virus penyebab penyakit Covid-19 ini pertama kali muncul dan menyebar secara cepat ke seluruh pelosok dunia. COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV2 yang merupakan jenis virus baru dari family Coronaviridae. Menurut Mallah (2021) Virus SARS-CoV2 ini menyebabkan spektrum gejala mulai dari asimptomatis hingga ke ARDS, dan kematian. Virus ini dapat menyebar, baik melalui cara langsung maupun melalui kontak tidak langsung.

Berdasarkan data dari WHO pada bulan Juli 2021, sebanyak 195 juta orang telah terkonfirmasi positif COVID-19 dimana Asia Tenggara menempati peringkat ketiga dengan total 38 juta kasus. Sedangkan di Indonesia, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per Juli 2021, angka kejadian COVID-19 telah mencapai total 2,9 juta kasus sejak pengumuman kasus perdana pada tanggal 2 Maret 2020 dengan pasien yang meninggal sebanyak 74 ribu jiwa. Angka penambahan kasus terus meningkat setiap harinya. Data dari WHO per 30 Juli 2021 menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara nomor tiga dengan angka penambahan kasus paling banyak di dunia. Di Indonesia, pemerintah membuat kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sebagai upaya pencegahan penyebaran. Penerapan PSBB diyakini merupakan cara paling ampuh untuk menekan laju penularan pandemi COVID-19. Oleh karena itu perlu adanya edukasi masyarakat mengenai COVID-19.

Lantas bagaimana cara mengedukasi masyarakat yang efektif mengenai COVID-19?

Pemberian edukasi pada masyarakat masih sangat diperlukan terutama melalui sosial media. Menurut Juditha (2020) Sosial media merupakan tempat yang paling banyak digunakan sebagai media informasi mengenai COVID-19. Salah satu bentuk edukasi yang dilakukan yakni melalui video atau audiovisual. Menurut Rasul, Bukhsh dan Batool (2011) Metode audio visual bisa meningkatkan pengalaman individu dalam memahami sebuah isi konten daripada yang bisa dicapai melalui bacaan saja. Penelitian dari Batubara dan Ariani (2016) menerangkan bahwa penggunaan video juga memiliki beberapa keuntungan yakni lebih mampu menjelaskan suatu fenomena, mampu memperkaya suatu penjelasan dengan pengintegrasian dengan media lain seperti teks dan gambar, serta dapat dilakukan pengulangan pada bagian tertentu untuk melihat gambaran yang lebih fokus. Penelitian dari Yudianto (2017) menyebutkan bahwa media video merupakan media edukasi yang paling tepat dalam menyampaikan pesan dan akan sangat membantu peningkatan pemahaman.

Notoatmodjo (2012) menerangkan bahwa edukasi yang efektif mengenai kesehatan akan berdampak pada perilaku kesehatan masyarakat terutama pada masa-masa genting pandemi COVID-19 dimana setiap saat protokol kesehatan harus dilakukan dengan benar. Peningkatan pemahaman masyarakat mengenai hal-hal yang wajib diketahui selama pandemi diharapkan dapat mengurangi angka kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Di era pandemi sekarang, pengguna internet khususnya sosial media meningkat drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dimanfaatkan untuk menyebarkan luaskan video edukasi mengenai COVID-19 pada platform Youtube dan Instagram. Kedua platform ini memiliki kelebihan tidak berbayar serta mudah diakses oleh kalangan masyarakat secara luas. Video edukasi terdiri dari berbagai aspek, seperti animasi, suara, dan teks. Konten edukasi yang diberikan pada akhir video berisikan kabar terkini kasus COVID-19 di Indonesia, anjuran melakukan perilaku hidup bersih dan sehat selama pandemi yang meliputi 5M, tutorial cara mencuci tangan yang baik dan benar, serta etika batuk. Juga disampaikan tentang bagaimana mengenali gejala COVID-19 beserta anjuran melakukan pemeriksaan ketika mengalami gejala tersebut, dan yang terakhir terkait vaksinasi.

Penggunaan video edukasi berbasis wawancara daring bisa dipilih sebagai salah satu media edukasi di bidang lain di luar bidang kesehatan masyarakat. Metode ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas agar lebih efektif untuk mendapatkan hasil yang lebih representatif.

Penulis: Anisa Firdausi Rahmanda, Dinna Yusigania Sunandar, Rania Dita Kemala Putri, Maftuchah Rochmanti.

Detail tulisan lengkap dapat dilihat:

Anisa Firdausi Rahmanda, Dinna Yusigania Sunandar, Rania Dita Kemala Putri, Maftuchah Rochmanti, 2022. The Effectiveness of Oral Test-based Educational Videos in Improving Public Understanding about COVID-19. International Journal of Research Publications, Volume 93, No. 1, Pp. 200-207.

DOI: 10.47119/IJRP100931120222780

AKSES CEPAT