Penelitian ini membahas peningkatan teknik process mining pada terminal kontainer pelabuhan dengan menggunakan informasi waktu ganda. Terminal kontainer memainkan peran penting dalam perdagangan global, sehingga peningkatan efisiensi proses operasional menjadi hal yang krusial. Metode yang umum dalam process mining seringkali hanya menggunakan satu titik waktu (single timestamp), yang tidak memberikan informasi lengkap mengenai durasi setiap aktivitas yang terlibat. Untuk mengatasi keterbatasan ini, penelitian ini mengusulkan penggunaan distribusi PERT-Beta untuk menentukan tanda waktu ganda dari data tradisional organisasi. Metode ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang durasi aktivitas dengan mempertimbangkan ketidakpastian dalam waktu penyelesaian proyek.
Penelitian ini memanfaatkan data dari Sistem Operasi Terminal (Terminal Operating Systems/TOS) di Pelabuhan Internasional Surabaya, Indonesia. Metode ini menggunakan waktu optimistic (optimistic time (the shortest time)), paling mungkin (most likely time (in between optimistic and pessimistic)), dan pesimistik (pessimistic time (the longest time)) dalam distribusi PERT-Beta untuk menghitung waktu awal dan akhir setiap aktivitas. Data yang digunakan adalah data riil dari Januari hingga Maret 2015, dengan total 159.056 kasus. Hasil perhitungan distribusi PERT-Beta memberikan tanda waktu ganda untuk setiap aktivitas, yang menghasilkan model proses yang lebih rinci dan realistis.
Proses penemuan model menggunakan algoritma yang dimodifikasi untuk membedakan hubungan paralel OR dan AND, sehingga dapat mengidentifikasi urutan aktivitas dan cabang eksekusi paralel. Pengujian ketepatan model dilakukan melalui fitness, precision, dan structural appropriateness. Hasilnya menunjukkan bahwa model proses yang dihasilkan mampu merepresentasikan kompleksitas log peristiwa dengan baik.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode yang diusulkan dapat memberikan peningkatan pada teknik process mining di terminal pelabuhan, dengan hasil evaluasi menunjukkan nilai kepatuhan (conformance checking) yang tinggi terhadap model proses.
Penulis: Yutika Amelia Effendi
Link: DOI: 10.24507/icicelb.15.01.61
Baca juga: Memahami Dampak Kegiatan Pertambangan dan Peningkatan Sumber Daya





