Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia dengan keanekaragaman kopi lokal yang mencerminkan kekayaan identitas wilayah penghasilnya. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan, seperti yang terjadi pada kopi lokal di Desa Karang Sidemen, Lombok Tengah. Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), terutama dalam bentuk pendaftaran logo produk, yang berdampak pada rendahnya daya saing kopi di pasar. Berdasarkan latar belakang ini, kegiatan pembelajaran bertujuan untuk mengevaluasi dampak pendaftaran HKI terhadap peningkatan daya saing kopi lokal melalui penguatan identitas merek, peningkatan kepercayaan konsumen, dan perluasan akses pasar.
Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat kualitatif, dengan melibatkan empat kelompok tani sebagai subjek utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Implementasi pembelajaran dimulai dengan penyuluhan terkait pentingnya HKI, khususnya pendaftaran logo produk, dalam melindungi dan memperkuat identitas kopi lokal. Penyuluhan ini menekankan bahwa logo yang telah terdaftar tidak hanya memberikan legalitas formal tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk melalui kepercayaan konsumen.
Tahap selanjutnya melibatkan pendampingan intensif berbasis komunitas dalam proses pendaftaran logo produk. Proses ini meliputi pelatihan teknis tentang desain logo, pengisian dokumen administrasi pendaftaran HKI, serta penggunaan platform daring resmi untuk pengajuan logo. Pendampingan ini dilakukan secara bertahap guna mengatasi hambatan yang dihadapi petani, seperti rendahnya literasi hukum dan teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah logo resmi terdaftar, kopi lokal Karang Sidemen mengalami peningkatan signifikan dalam daya saing pasar. Beberapa kelompok tani melaporkan kenaikan penjualan hingga 20% dan peningkatan harga jual produk sebesar 25%, yang mencerminkan dampak positif dari pendaftaran HKI terhadap keberlanjutan ekonomi petani.
Selain dampak ekonomi, kegiatan ini juga membangun kesadaran petani akan pentingnya branding sebagai bagian dari strategi pemasaran yang efektif. Identitas merek yang kuat melalui logo yang telah terdaftar terbukti meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen, baik di pasar lokal maupun nasional. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses teknologi masih menjadi kendala yang perlu diatasi melalui program pendampingan lanjutan.
Sebagai tindak lanjut, kolaborasi antara pemerintah, institusi akademik, dan komunitas lokal direkomendasikan untuk meningkatkan literasi hukum dan teknologi di kalangan petani. Selain itu, disarankan adanya penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang implementasi HKI terhadap kesejahteraan petani dan keberlanjutan produk pertanian lokal. Dengan pendekatan yang komprehensif ini, perlindungan HKI dapat menjadi salah satu strategi kunci dalam mendukung ketahanan ekonomi dan meningkatkan daya saing kopi lokal di pasar yang lebih luas.
Penulis: Hijrah Saputra; Wahyu Aditama Putra Mukti Wibawa; Sri Pantja Madyawati; Rosda Rodhiyana; Filzawati Sindangan
Artikel selengkapnya dapat diakses di:
Baca juga: Prehipertensi yang Berkaitan dengan Kebiasaan Minum Kopi dan Kualitas Tidur





