51动漫

51动漫 Official Website

Pentingnya Menjaga Kualitas Udara dalam Ruang bagi Kesehatan

Pentingnya Menjaga Kualitas Udara dalam Ruang bagi Kesehatan
Sumber: Haibunda

Kualitas udara dalam ruang sama pentingnya dengan kualitas udara luar ruang. Udara yang kita hirup sehari-hari, terutama di tempat kerja memiliki dampak besar terhadap kesehatan dan produktivitas manusia. Kualitas udara dalam ruang berhubungan signifikan dengan kenyamanan, peradangan, infeksi, alergi, asma, gejala sick building syndrome (SBS). Diketahui pada tahun 2019, terdapat 2,313,991 kematian yang berkaitan dengan paparan polutan udara dalam ruang. Polusi udara dalam ruang ini juga berkaitan dengan 4.1% kematian secara global. Masyarakat yang tinggal di negara berpendapatan rendah misalnya Papua Nugini memiliki kerentanan terhadap dampak kesehatan yang diakibatkan oleh paparan kontaminan udara dalam ruang. Diketahui bahwa kasus kematian akibat buruknya kualitas udara dalam ruang di Papua Nugini merupakan yang terbesar dibandingkan dengan negara lain yakni sebesar 18.9%.

Isu mengenai kualitas udara dalam ruang atau indoor air quality (IAQ) yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia cukup penting saat ini, Hal ini diakibatkan oleh waktu yang dihabiskan oleh manusia di dalam ruang lebih banyak dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan di luar ruang. Persentase waktu yang dihabiskan di dalam ruangan sebesar 87%. Penelitian yang dilakukan di negara Eropa menyebutkan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan di dalam rumah adalah 13.65 jam per hari dan waktu yang dihabiskan dalam ruang kerja adalah 6.71 jam per hari. Rata-rata waktu yang dihabiskan dalam ruang selain rumah dan tempat kerja adalah 1.67 jam per hari.

Manusia menghabiskan 1/3 waktunya di tempat kerja, khususnya mereka yang bertempat tinggal di wilayah perkotaan. Sehingga, kualitas udara di tempat kerja juga akan berkontribusi pada kesehatan pekerja. Diketahui sejak tahun 1980, WHO sudah mencatat bahwa sekitar 30% pekerja mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan polutan udara di dalam ruang kerjanya. Sekitar 52%kasus penyakit pada pekerja disebabkan karena buruknya ventilasi udara. Sumber polutan dalam ruang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sumber dari dalam bangunanya dan sumber dari luar bangunan. Sumber polutan indoor atau polutan dalam bangunan sapat berasal dari 1) pembakaran di dalam ruang seperti pembakaran bahan bakar biomassa, proses memasak, asap rokok, 2) penggunaan bahan pembersih, insektisida, car, dan produk sampingan kimia lain, 3) pemanfaatan bahan bangunan berbahaya seperti asbes. Sedangkan sumber yang berasal dari luar bangunan disebut sumber outdoor. Contoh dari sumber outdoor adalah polutan udara yang masuk melalui sistem ventilasi, jendela, pondasi, dan retakan dalam struktur bangunan. Kontaminasi yang berasal dari dalam bangunan diidentifikasi dapat menyebabkan 16% kasus, sedangkan kontaminasi yang berasal dari luar bangunan bertanggung jawab pada 10% kasus. Kontaminasi mikroba dalam ruang menyebabkan 5% kasus, dan kontaminasi yang berasal dari bahan bangunan berkontribusi pada 4% kasus, Sumber polutan lainnya berkontribusi pada sekitar 13% kasus.

Polutan udara dapat diklasifikasikan menjadi empat kategori yaitu agen biologis, zat kimia, dan partikel. Jenis polutan udara terbaru yaitu micro dan nanoplastik. Semua jenis polutan tersebut dapat berada dalam ruang melalui berbagai mekanisme. Polutan di udara dapat memajan manusia melalui sistem pernafasan, kulit, dan kontak dengan permukaan tubuh seperti lapisan mata. Dampak kesehatan yang ditimbulkan dari polutan udara dalam ruang sangat bervariasi, bergantung pada jenis kontaminan yang ada dalam ruangan tersebut. Beberapa dampak yang ditimbulkan dari polutan di udara dalam ruang diantaranya gangguan pernafasan, kanker, penyakit kulit, kerusakan sistem saraf, gangguan hematologi, endokrin, reproduksi, kardiovaskular, ginjal dan hati, serta iritasi pada tenggorokan hidung, dan mata. Beberapa penelitian yang dilakukan pada setting pekerja ditemukan bahwa pajanan polutan di udara ruang kerja dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan seperti kerusakan ginjal, genotoksik, saraf, kulit, pernafasan, musculoskeletal, inflamasi, genetik, perkembangan neurologis, kerusakan DNA, kanker, dan penurunan fungsi paru-paru.

Besarnya dampak yang ditimbulkan dari keberadaan polutan udara dalam ruang mengharuskan isu ini juga menjadi perhatian masyarakat secara luas khususnya masyarakat yang masih memiliki kebiasaan merokok dalam ruangan. Zat polutan yang dihasilkan dari rokok dapat menjadi salah satu sumber kontaminan yang berbahaya bagi manusia.

Penulis: Dr. Ratna Dwi Puji Astuti, S.K.M

Link:

Baca juga: Efek Jejak Polutan Anorganik pada Kesehatan dan Lingkungan

AKSES CEPAT