51动漫

51动漫 Official Website

Pentingnya Menjaga Pola Makan pada Anak dengan Diabetes Mellitus

Foto by Dinkes Kalbar

Diabetes mellitus (DM) atau penyakit kencing manis merupakan gangguan metabolisme jangka panjang pada tubuh yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula di dalam darah. Penyakit ini disebabkan karena adanya gangguan pada insulin yang dihasilkan kelenjar pakreas. DM umumnya diketahui banyak dijumpai pada dewasa. Namun, tahukah kalian bahwa DM juga dapat terjadi pada anak-anak dan remaja?

Secara garis besar, terdapat 2 jenis diabetes yaitu DM tipe-1 dan DM tipe-2. DM tipe-1 disebabkan karena kadar insulin yang kurang dari normal akibat gangguan produksi kelenjar pankreas, sedangkan DM tipe-2 disebabkan karena gangguan kerja insulin yang tidak efektif meskipun kadar insulin masih dalam batas normal. Sebagian besar kasus DM pada anak adalah DM tipe-1. Meskipun begitu, terdapat kecenderungan peningkatan kasus DM tipe-2 pada anak dan remaja terutama pada mereka yang memiliki faktor risio seperti obesitas, genetik, dan riwayat DM tipe-2 pada keluarga.

Penyakit DM dapat mengganggu tumbuh kembang dan beresiko menurunkan kualitas hidup anak-anak dan remaja. Penanganan yang tepat dan kontrol rutin secara teratur ke dokter dapat mencegah timbulnya komplikasi akibat DM. Selain injeksi insulin sebagai terapi utama pada anak dan remaja dengan DM tipe-1, tindakan lain seperti pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan pemantauan gula darah secara rutin juga merupakan hal yang haru rutin dan disiplin dilakukan oleh pasien dengan DM.

Mengatur pola dan jenis makanan merupakan hal yang penting untuk dilakukan pada anak dan remaja dengan diabetes mellitus. Namun demikian, hal itu tidak berarti mereka tidak lagi dapat mengonsumsi makanan yang lezat. Kesesuaian antara jumlah asupan karbohidrat dan suntik insulin merupakan kunci utama dari pengontrolan pola makan pada pasien DM tipe-1. Anak-anak dan remaja dengan DM tipe-1 juga beresiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Maka dari itu, pembatasan jumlah makanan yang tinggi akan lemak dan kolesterol direkomendasikan pada pasien DM untuk menurunkan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan bahwa pasien dengan DM tidak boleh memakan makanan yang kaya akan lemak jenuh lebih dari 7% dari kebutuhan kalori sehari-hari. Makanan yang tinggi akan serat seperti sayur, buah, gandum dan kacang-kacangan juga baik untuk dikonsumsi pada pasien dengan DM karena dapat membantu dalam mengontrol gula darah.

Penyakit DM tipe-1 memerlukan pengobatan seumur hidup. Penyakit ini tidak dapat dicegah namun dapat dikontrol dengan baik melalui suntik insulin dan pengontrolan pola makan serta aktivitas fisik yang tepat. Berbeda dengan DM tipe-1, DM tipe-2 pada anak dan remaja dapat dicegah dengan pola makan yang sehat dan aktivitas fisik yang teratur. Dengan menjaga gaya hidup sehat salah satunya dengan pola makan yang bergizi, anak dengan DM tipe-1 dapat memiliki tumbuh kembang yang optimal dan memiliki kualitas hidup yang baik layakanya anak sehat lainnya.

Penulis: Nur Rochmah, dr., Sp.A.

Sumber: Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2022. Diabetes Mellitus Pada Anak dan Remaja. Diakses dari:

Patton SR, 2011. Adherence to diet in youth with type 1 diabetes. J Am Diet Assoc. 111(4):550-5. doi: 10.1016/j.jada.2011.01.016.

AKSES CEPAT