51动漫

51动漫 Official Website

Peran Tungau Debu Rumah pada Dermatitis Atopik

Foto by Kompas com

Dermatitis atopik adalah suatu kondisi penyakit kulit kronis yang sering bermanifestasi sebagai eksim yang gatal pada lipatan tubuh dan bagian tubuh lainnya. Menurut perkiraan, dermatitis atopik mempengaruhi 1-3% orang dewasa dan 15-20% anak-anak. Selama sepuluh tahun terakhir, negara maju telah melihat peningkatan dua kali lipat dalam prevalensinya. Jumlah pasien anak dengan dermatitis atopik di Klinik Rawat Jalan Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum Dr.Soetomo Surabaya cenderung meningkat sejak tahun 2007-2011 dengan jumlah pasien laki-laki (53,4%) lebih banyak dibandingkan perempuan (46,6%) dan kelompok usia terbanyak adalah 5-14 tahun. Faktor lingkungan dan perubahan sistem kekebalan tubuh juga dapat berkontribusi pada perkembangan kondisi ini. Paparan tungau debu rumah dapat berpengaruh pada kejadian dermatitis atopik.

Sumber utama alergen pada tungau debu rumah adalah pada kotorannya, terutama yang berasal dari spesies Dermatophagoides pteronyssinus, Dermatophagoides farinae, Euroglyphus maynei, dan Blomia tropicalis. Tungau debu rumah berkembang dengan cepat pada kondisi lingkungan yang hangat dan kelembapan udara yang tinggi. Terdapat hubungan antara status sosial ekonomi dan paparan tungau debu rumah. Jumlah anggota keluarga yang lebih besar dan kepadatan populasi yang lebih besar juga dihubungkan dengan paparan alergen tungau debu rumah yang lebih banyak. Tempat tinggal tanpa pendingin udara (AC) memiliki tingkat alergen tungau yang lebih tinggi daripada rumah dengan AC. Reproduksi tungau debu rumah mencapai puncaknya pada kelembaban relatif 75%.  Ketika alergen tungau bersentuhan dengan mata, kulit, saluran pernapasan atas atau bawah, atau usus, sensitisasi atopik terhadap alergen tungau terjadi.

Pada pasien dermatitis atopik yang dicurigai alergi terhadap tungau debu rumah, uji tempel dan uji cukit kulit dapat membantu diagnosis. Uji cukit kulit adalah cara paling sederhana untuk mengetahui apakah seseorang memiliki alergi yang berkaitan dengan  imunoglobulin E (IgE), seperti seseorang yang menderita dermatitis atopik, asma, urtikaria, anafilaksis, atau rhinokonjungtivitis. Untuk mengidentifikasi dermatitis atopik yang disebabkan tungau debu rumah, Liu et al. pada tahun 2017 melakukan suatu studi meta-analisis yang membandingkan uji tempel dan uji cukit kulit. Temuan studi tersebut mendukung penggunaan uji tempel bersamaan dengan uji cukit kulit dalam mendeteksi alergi tungau debu rumah pada pasien dermatitis atopik. Namun, karena hasil uji yang positif bervariasi tergantung pada jenis alergen yang digunakan, pemilihan jenis ekstrak alergen tungau masih merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan relevansi hasil tes tersebut.

Imunoterapi merupakan salah satu pengobatan yang telah digunakan untuk membantu mengontrol dan mengurangi gejala alergi pada berbagai individu. Pada imunoterapi, dilakukan pemberian ekstrak alergen kepada pasien secara berkala sehingga terjadi desentisisasi. Pengobatan dengan imunoterapi ini telah banyak dilakukan pada penderita asma dan rhinitis alergi. Sementara itu, pada penderita dermatitis atopik terdapat beberapa studi dengan hasil yang bervariasi sehingga keefektifannya terhadap dermatitis atopik masih dipertanyakan. Tetapi banyak pula studi imunoterapi pada pasien dermatitis atopik yang melaporkan angka kesembuhan atau pengurangan gejala klinis yang cukup baik.

Salah satu tatalaksana yang tidak kalah penting adalah dengan menghindari alergennya. Terdapat banyak usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah paparan terhadap alergen tungau debu rumah. Diantaranya adalah dengan memasang pelindung matras atau kasur, menurunkan kelembapan di dalam ruangan, memastikan ventilasi ruangan cukup, rutin membersihkan rumah, mengurangi mainan dengan bulu seperti boneka, dan mengurangi pemakaian karpet tebal. Terdapat interaksi antara tungau dan jamur, sehingga penggunaan semprotan atau obat antijamur dapat bermanfaat dalam mengurangi jumlah tungau debu rumah. Pada barang-barang yang jarang digunakan, seperti hiasan meja, buku, majalah, boneka, mainan, dan pakaian, debu bisa berkumpul. Kantong plastik anti-alergen harus digunakan untuk menyimpan barang-barang ini. Pakaian harus disimpan di laci dan lemari yang terkunci, sedangkan buku harus disimpan di dalam lemari yang tertutup. Tirai yang ringan dan dapat dicuci lebih baik dari pada tirai yang tebal dan berat. Dengan terapi dan pencegahan yang tepat diharapkan dapat menghindari perburukan dan kekambuhan dermatitis atopik serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Penulis : Sylvia Anggraeni,dr.,Sp.KK

Informasi detail dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Atopic Dermatitis due to House Dust Mite: A Review

Aprilin Krista Devi, Sylvia Anggraeni

AKSES CEPAT