UNAIR NEWS Fakultas Kedokteran 51动漫 (FK Unair) kembali mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Regional Medical Olympiad (RMO) 2025, dengan meraih Juara 3 pada bidang Tropical Infections. Tim perwakilan FK Unair yang terdiri dari M. Nabiel Firdausi dan Annisa Vidya Asmara sukses menampilkan performa yang luar biasa dalam kompetisi nasional antar mahasiswa kedokteran ini.
Perjalanan menuju podium prestisius tersebut bukanlah hal yang instan. Segalanya berawal dari ketertarikan seorang Nabiel terhadap lomba RMO, setelah melihat keberhasilan senior sebelumnya. RMO sendiri merupakan ajang olimpiade medis berskala nasional yang mempertemukan mahasiswa kedokteran dari berbagai universitas di Indonesia, dengan berbagai bidang kompetisi, salah satunya infeksi tropis.
Seleksi Internal yang Ketat, Konsistensi Jadi Kunci
Proses menuju RMO bermula dengan seleksi internal yang sangat kompetitif. Nabiel bahkan sudah mencoba sejak semester dua, lalu kembali mencoba di semester empat, dan akhirnya baru berhasil lolos di semester enam. 淢ungkin prosesku lebih panjang dibanding teman lain, tapi sejak awal aku memang sudah yakin dengan bidang infeksi ini, ujarnya.
Berbeda dengan beberapa temannya yang berpindah-pindah bidang saat seleksi, ia memilih tetap konsisten di infeksi tropis, walaupun harus menunggu hingga percobaan ketiga untuk akhirnya lolos.
Manajemen Waktu, Tantangan Terbesar
Selain materi lomba, tantangan besar lain datang dari manajemen waktu. Menjadi mahasiswa FK yang padat kegiatan akademik, Nabiel mengaku kesulitan membagi waktu antara ujian reguler dan persiapan lomba. Jadwal yang kerap bertabrakan membuatnya harus memilih untuk fokus ke salah satu. 淜adang aku harus korbankan waktu belajar ujian, jadi nilai ujian bisa enggak maksimal, seperti kemarin hanya dapat AB karena lombanya berbarengan dengan ujian blok, jelasnya.
Bagi mereka, motivasi utama mengikuti lomba bukan semata-mata untuk prestise, tapi sebagai bentuk upaya memperdalam ilmu yang tidak bisa diperoleh hanya dari kelas. Belajar untuk lomba membuat pemahaman menjadi lebih mendalam dan bermakna. 淒i kelas, aku kadang hanya belajar untuk ujian. Tapi lewat lomba, aku jadi punya rasa ingin tahu lebih besar, jelasnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kedokteran bisa tetap berprestasi meski di tengah jadwal akademik yang padat. Dengan niat belajar yang kuat, strategi yang tepat, dan dukungan dari lingkungan sekitar, Nabiel telah menginspirasi banyak rekan sejawat untuk tidak takut bermimpi besar dan terus mencoba, meskipun jalannya tidak selalu mudah.
Penulis : Saffana Raisa Rahmania
Editor : Ragil Kukuh Imanto





