UNAIR NEWS– Himpunan Mahasiswa (HIMA) Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 51动漫 (UNAIR) menggelar webinar bertajuk “Get to Know PKM 2025: Membangun Kemampuan Gen-Z untuk Berinovasi melalui Penulisan Ilmiah demi Kemajuan Indonesia” pada Minggu (10/10/2025).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, Fany Zumrotul Faizah, mahasiswa berprestasi dengan sejumlah capaian gemilang di ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Dalam pemaparannya, Fany membagikan pengalaman serta strategi suksesnya dalam meraih berbagai penghargaan. Berbagai penghargaan antara lain, Medali Emas PKM-RE di PIMNAS ke-36, Medali Perak dan predikat Mahasiswa Bertalenta PKM-RE 2 di PIMNAS ke-37, serta penghargaan 1st Best Project Innovation pada International Youth Innovation Summit.
Tips Menyusun Proposal PKM
Fany menekankan pentingnya pemilihan topik yang tepat dan sesuai dengan bidang ilmu, baik itu kesehatan, MIPA, agro, maupun teknik, yang relevan dengan latar belakang tim dan dosen pembimbing. Ia juga menguraikan beberapa titik kritis dalam proposal PKM yang sering kali menjadi penentu lolos tidaknya suatu ide, seperti aspek administrasi, substansi, serta unsur kreativitas.
Menurutnya, langkah pertama dalam menyusun proposal PKM adalah mengidentifikasi permasalahan yang relevan. Hal ini penting agar solusi yang hadir sesuai dengan kapasitas tim, baik dari sisi keilmuan maupun ketersediaan sumber daya.
“Proposal PKM tidak hanya dinilai dari isinya, tetapi juga dari bagaimana tim mampu meyakinkan bahwa idenya layak untuk didanai,” ungkap Fany.
Ia juga membagikan tips presentasi hasil PKM agar lebih menarik, salah satunya dengan mencontoh video presentasi daring pada PIMNAS 2021. Fany menyarankan mahasiswa untuk mempelajari judul-judul proposal yang berhasil mendapat pendanaan di tahun sebelumnya serta mengikuti standar dari perguruan tinggi ternama seperti ITS, UNHAS, atau UGM. Strategi dari para finalis PIMNAS UNAIR sebelumnya juga bisa menjadi referensi agar peluang pendanaan dan lolos ke PIMNAS semakin besar.
Proses Penyusunan Proposal
Fany menekankan bahwa meskipun mengikuti PKM merupakan proses panjang yang bisa memakan waktu hingga satu semester, perjuangan tersebut sangat sepadan. Ia menyampaikan bahwa medali memang membanggakan, namun bukanlah satu-satunya tujuan utama.
“Banyak hal yang saya pelajari dari PKM. Mulai dari menyusun ide yang relevan, bekerja sama dalam tim, hingga bagaimana meyakinkan dewan juri PIMNAS bahwa ide kami layak. Bahkan meskipun tidak mendapat medali, pengalaman ini tetap jadi bekal penting banget buat saya,” jelas Fany.
Ia juga menambahkan bahwa di beberapa program studi, keterlibatan dalam PKM dapat menggantikan kewajiban menyusun skripsi.
“Jadi, bukan cuma ikut lomba, tapi juga dapat manfaat akademik. Dan menurut saya, itu sangat menguntungkan,” tambahnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga menyelenggarakan small project competition. Kompetisi ini berupa lomba esai sederhana dengan subtema pendidikan, sains dan teknologi, ekonomi, serta kesehatan. Seluruh esai tersebut mengusung tema utama “Membangun Kemampuan Gen-Z Berinovasi melalui Penulisan Ilmiah demi Kemajuan Indonesia.”
Melalui webinar ini, diharapkan mahasiswa dapat mengasah keterampilan menulis proposal ilmiah serta lebih siap menghadapi seleksi PKM dengan ide-ide yang matang.
Penulis : Saffana Raisa Rahmania
Editor : Ragil Kukuh Imanto





