Penyakit jantung bawaan (PJK) menimbulkan dampak yang besar selama masa kehamilan karena fisiologis kehamilan dan persalinan. Wanita dengan PJK berada pada peningkatan risiko kematian ibu dan morbiditas, memerlukan multidisiplin pendekatan perawatan. Meskipun ada kemajuan dalam intervensi diagnostik dan terapeutik, interaksi antara PJK dan kehamilan masih tetap penting untuk kepentingan penelitian dan manajemen klinis. Studi ini bertujuan untuk mensintesis bukti dari studi internasional untuk menjelaskan dampak PJK tentang kematian ibu, menawarkan wawasan tentang manajemen pencegahan, dan penelitian di masa depan. Kehamilan menginduksi hemodinamik yang menyebabkan perubahan signifikan, termasuk peningkatan curah jantung, darah volume, dan detak jantung, yang dapat memperburuk kondisi jantung yang mendasarinya. Wanita dengan PJK mungkin menghadapi komplikasi seperti aritmia, gagal jantung, tromboemboli, dan endokarditis selama kehamilan. Selain itu, tantangan unik dalam penyeimbangan kesehatan ibu dan janin memerlukan suatu pemahaman mendalam tentang patofisiologi dan strategi manajemen untuk PJK pada kehamilan. Mengatasi kompleksitas ini sangat penting meningkatkan kelangsungan hidup dan mengurangi dampak buruk.
Pentingnya masalah ini karena semakin banyak wanita dengan perbaikan atau PJK paliatif mencapai usia subur. Kemajuan dalam perawatan medis dan bedah telah terjadi peningkatan tingkat kelangsungan hidup bagi individu dengan PJK, menyebabkan meningkatnya populasi orang dewasa dengan kondisi ini. Namun kemajuan ini menghadapi potensi risiko selama kehamilan, termasuk dekompensasi jantung dan hasil obstetri yang merugikan. Studi ini juga menyoroti kesenjangan dalam hal ini hasil berdasarkan geografis dan sosial ekonomi. Di banyak negara berpendapatan rendah dan menengah, akses terbatas terhadap perawatan khusus dan alat diagnostik yang berkontribusi terhadap tingkat kematian yang lebih tinggi di kalangan wanita hamil dengan PJK. Memahami beban global PJK pada kehamilan dan mengatasi kesenjangan ini merupakan langkah penting menuju hal tersebut mengurangi kematian ibu di seluruh dunia.
Studi ini meliputi 30 studi dari PubMed, Scopus, dan Web of Sains. Studi yang diterbitkan dalam dua dekade terakhir berfokus pada outcome ibu terkait dengan PJK. Data dikategorikan ke dalam prevalensi, hasil, strategi manajemen, dan kesenjangan penelitian. PJK memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kematian ibu, khususnya pada wanita dengan cacat sianotik, Sindrom Eisenmenger, dan Sirkulasi Fontan. Perawatan tingkat lanjut di rangkaian sumber daya tinggi memiliki penurunan angka kematian, namun kesenjangan masih terjadi. Manajemen multidisiplin, konseling pra-kehamilan, dan intervensi yang disesuaikan akan meningkatkan hasil. Pendekatan yang muncul, seperti telemedis dan pelatihan yang lebih baik menjanjikan tetapi memerlukan validasi lebih lanjut. PJK merupakan penyebab utama ibu kematian, memerlukan perawatan yang komprehensif dan multidisiplin. Mengatasi kesenjangan global dan mengembangkan pedoman standar sangat penting untuk meningkatkan hasil. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi yang ada kesenjangan pengetahuan dan mendukung praktik klinis.
Penulis : Akhmad Adam Mahendra, Andrianto, Muhammad Ardian Cahya
Link :





