Trauma kimia pada mata dapat menyebabkan kerusakan serius, terutama akibat larutan basa yang menginduksi reaksi saponifikasi asam lemak pada membran sel. Penelitian sebelumnya melaporkan tingginya kejadian trauma kimia, terutama oleh larutan basa, yang menyebabkan simblefaron sebagai salah satu komplikasi utamanya. Prevalensi trauma kimia mata berkisar antara 10,7% hingga 34,7% dari total kasus trauma kimia, dengan tingkat kejadian trauma kimia alkali mencapai 66,7% – 67,9%. Penatalaksanaan simblefaron melibatkan metode medis dan bedah, namun tingkat keberhasilannya masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran 伪-SMA, kolagen tipe 1, dan myofibroblast dalam cicatrizing conjunctivitis (CC) akibat trauma kimia, mengingat kurangnya informasi tentang mekanisme molekuler dan tingkat kegagalan terapi yang tinggi.
Cicatrizing Conjunctivitis
Cicatrizing conjunctivitis merupakan suatu proses peradangan dan pembentukan bekas luka di konjungtiva. Manifestasi klinis yang dapat terjadi mulai dari fibrosis subkonjungtiva ringan hingga distorsi yang signifikan pada anatomi permukaan mata, termasuk kondisi seperti ankyloblepharon.
Cicatrizing conjunctivitis dapat disebabkan oleh faktor eksogen dan endogen. Penyebab eksogen meliputi luka kimia atau termal pada permukaan mata dan pterygium. Penyebab endogen meliputi Steven-Johnson syndrome (SJS), toxic epidermal nekrolisis (TEN), atopik keratoconjunctivitis (AKC), vernal keratoconjunctivitis (VKC), ocular cicatrizing pemphigoid (OCP), dan mucous membrane pemphigoid (MMP). CC juga dapat disebabkan oleh efek samping dari reaksi obat atau dapat terjadi setelah operasi filtrasi glaukoma sebagai konsekuensi dari perubahan pada permukaan epitel konjungtiva. Manifestasi klinis CC bervariasi berdasarkan frekuensi, intensitas, dan penyebab dasar peradangan konjungtiva. Tanda-tanda awal meliputi fibrosis karunkula atau subkonjungtiva, yang dapat berkembang menjadi pemendekan fornix dan pembentukan simblefaron. Pada kasus yang lebih parah, pasien mungkin menunjukkan permukaan mata kering, kehilangan plica semilunaris, endapan keratin pada permukaan mata atau tepi kelopak mata, gangguan pada arsitektur normal tepi kelopak mata dan perbatasan mukokutaneus, entropion, trichiasis, distichiasis, ankyloblepharon, dan dermalisasi permukaan mata. Kasus CC yang telah berlangsung lama sering menampilkan defisiensi sel punca limbal.
Peran Myofibroblast dan 鈲-SMA
Myofibroblas, merupakan sel yang berperan penting dalam proses fibrosis. Sel tersebut memberikan dukungan mekanis pasca trauma tetapi dapat bertahan dan menyebabkan pembentukan jaringan parut akibat kegagalan apoptosis. Transformasi dari fibroblas melibatkan pembentukan protomioblas terlebih dahulu dan perkembangan selanjutnya menjadi miofibroblas, dimoderasi oleh faktor-faktor seperti TGF-尾, protein ECM seperti fibronectin ED-A, dan extracellular stress. Myofibroblas mengekspresikan 伪-SMA, menunjukkan kemampuan kontraksi yang dapat memfasilitasi kontraksi luka. Myofibroblas mensintesis berbagai protein ECM seperti kolagen tipe I dan III, fibronectin, laminin, dan tenascin, membantu dalam perbaikan jaringan. Namun, kegagalan apoptosis myofibroblas dapat menyebabkan ekspansi ECM yang berlebihan dan kontraktur, seperti yang terjadi pada parut hipertrofi.
Aktin merupakan protein struktural yang mengalami polimerisasi untuk membentuk filamen aktin yang penting untuk dukungan sel, penentuan bentuk, dan pergerakan sel, bersama dengan miosin dalam kontraksi otot. 伪-SMA penting untuk pergerakan sel melalui pergantian cepat yang difasilitasi oleh pertukaran ATP-aktin.
Peran Kolagen Tipe 1
Kolagen adalah protein struktural utama yang ditandai dengan susunan tiga rantai prokolagen dalam pola heliks ganda klasik. Myofibroblas mensintesis beberapa protein matriks ekstraseluler seperti kolagen tipe 1 selama penyembuhan luka konjungtiva. Kolagen tipe 1 adalah protein paling banyak di stroma kornea dan konjungtiva. Kolagen tipe 1 membantu dalam penyembuhan luka konjungtiva dan memberikan gaya tarik yang membantu dalam penutupan luka konjungtiva. Kolagen tipe 1 merupakan komponen utama matriks ekstraseluler yang bertanggung jawab untuk menjaga integritas jaringan. Beberapa studi menunjukkan peningkatan rasio kolagen tipe 1 dalam jaringan keloid, menunjukkan peran penting kolagen tipe 1 dalam proses penyembuhan luka. Produksi kolagen tipe 1 dipicu oleh peningkatan kadar TGF-尾. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian zat yang menekan kadar TGF-尾 mengakibatkan penurunan produksi kolagen tipe 1.
Penutup
Proses penyembuhan luka konjungtiva akibat trauma kimia melibatkan myofibroblas, 伪-SMA, dan kolagen tipe 1. Myofibroblas, yang ditandai oleh ekspresi 伪-SMA, muncul sebagai kontributor penting dalam perbaikan jaringan, kemampuan kontraksi dapat memfasilitasi penutupan luka. 伪-SMA menekankan pentingnya strukturnya dalam sitoskeleton dan peran aktifnya dalam pergerakan sel. Kolagen tipe 1, yang disintesis oleh myofibroblas, berperan dalam menjaga integritas jaringan.
Penulis: Henu Hadiyantama1, Lukisiari Agustini1*, Sutjipto1, Evelyn Komaratih1, Ismi Zuhria1, Pudji Lestari2, Ridholia3
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
http://phcogj.com/
Judul Jurnal:
The Role of 伪-SMA, Type 1 Collagen, and Myofibroblasts in Cicatrizing Conjunctivitis by Alkali Chemical Trauma
1Department of Ophthalmology, Faculty of Medicine, 51动漫/Dr. Soetomo General Academic Hospital, Surabaya, Indonesia
2Department of Public Health, Faculty of Medicine, 51动漫, Surabaya, Indonesia
3Department of Pathology Anatomy, Faculty of Medicine/Dr. Soetomo General Academic Hospital, 51动漫, Surabaya, Indonesia





