51动漫

51动漫 Official Website

Peran Aplikasi Berbasis Web BiliNorm dalam Membantu Meningkatkan Kualitas Pelayanan Bayi Kuning

Foto oleh parentingiseasy.id

Jaundice atau penyakit kuning merupakan kondisi peningkatan kadar bilirubin dalam darah yang dapat menimbulkan masalah serius apabila tidak dicegah komplikasi dan keparahannya. Diagnosis, terapi, dan sistem manajemen dan tatalaksana yang baik diperlukan untuk memperbaiki permasalahan bayi kuning. Kepatuhan terhadap guideline juga merupakan faktor fundamental yang dapat membantu meningkatkan perbaikan kualitas pelayanan bayi kuning di Indonesia. Oleh karena itu seiring dengan meningkatnya perhatian pada bayi kuning dalam bidang diagnosis dan terapi, perkembangan modalitas pengambilan keputusan (decision maker) yang dapat membantu meningkatkan kepatuhan terhadap guideline terus berkembang hingga saat ini.

Akhir-akhir ini, aplikasi berbasis web telah banyak dikembangkan dalam membantu berbagai kegiatan, salah satunya dibidang medis. Beberapa peneliti berhasil mengembangkan modalitas decision maker yang dapat berperan dalam tatalaksana suatu penyakit agar sesuai dengan panduan tatalaksana. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan tatalaksana dibidang pelayanan kesehatan. Dengan menggunakan aplikasi berbasis web membuat pemanfaatan alat ini menjadi lebih praktis dikalangan tenaga medis. BiliNorm merupakan suatu inovasi baru yang dikembangkan oleh dr Mahendra Tri Arif Sampurna, SpA(K), dalam strategi pengembangan kualitas pelayanan bayi kuning di Indonesia. Dengan keberadaan BiliNorm diharapkan para tenaga medis dapat lebih mudah mengikuti panduan tatalaksana bayi kuning dari kementrian kesehatan Indonesia.

Penelitian lebih lanjut dilakukan di dua rumah sakit di Jawa Timur, RSUD Dr Soetomo, Surabaya dan RS Saiful Anwar, Malang. Para tenaga medis dilatih untuk menggunakan panduan tatalaksana bayi kuning dengan bantuan aplikasi BiliNorm (https://www.bilinorm.babyhealthsby.org) sebagai decision maker tools. Didalam aplikasi BiliNorm para tenaga medis diminta untuk memasukan usia kandungan bayi, tanggal lahir bayi, waktu pengambilan data, kadar pengukuran transcutaneous bilirubin, serta faktor risiko yang ada pada bayi. BiliNorm memiliki Normogram berbeda untuk anak dengan usia kandungan dibawah 35 minggu serta diatas 35 minggu. Sehingga sangat sesuai dalam menginterpretasi kebutuhan fototerapi pada setiap golongan bayi.  Setelah enam bulan, kuisioner yang menganalisis technology acceptance model, disebarkan untuk menilai pengalaman selama mengunakan aplikasi. Selain itu tatalaksana bayi kuning sebelum hadirnya aplikasi BiliNorm di rumah sakit juga kami bandingkan dengan setelah keberadaan BiliNorm di rumah sakit.

Total 150 residen serta 53 perawat neonatal intensive care unit (NICU) ikut serta dalam penelitian ini. Sebagian besar (72%) dari mereka merasa bahwa aplikasi tersebut dapat digunakan dengan mudah dan dapat diterima dengan baik. Sebagian besar (84%) pengguna juga melaporkan kegunaan BiliNorm dalam membantu memutuskan penggunaan fototerapi. Selain itu, terdapat penurunan kejadian overtreatment (34% menjadi 32%) ataupun undertreatment (14% menjadi 10%) meskipun tidak signifikan secara statistik. Lebih dari setengah responden juga berharap bahwa BiliNorm dapat terus membantu  mereka sebagai alat decision maker seterusnya dimasa depan.

Sebagai kesimpulan, keberadaan aplikasi BiliNorm dinilai mampu membantu tatalaksana bayi kuning di Indonesia, aplikasi ini dapat meningkatkan pelayanan bayi baru lahir yang mengalami kejadian kuning dengan lebih tepat. Keputusan yang tepat dalam penggunaan fototerapi untuk bayi kuning akan meningkatkan efikasi terapi serta menurunkan angka komplikasi dan kematian bayi kuning di Indonesia. Penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas dari penggunaan BiliNorm perlu dilakukan untuk menambah daya guna dan kebermanfaatan aplikasi tersebut.

Penulis : Mahendra TA Sampurna, Visuddho

Link     :

Judul    : Evaluation of a mobile application tool (BiliNorm) to improve care for newborns with hyperbilirubinemia in Indonesia

Refer   : Sampurna MTA, Ratnasari KA, Irawan ZS, Etika R, Utomo MT, Corebima BIRV, Sauer PJJ, Bos AF, Hulzebos CV, Dijk PH. Evaluation of a mobile application tool (BiliNorm) to improve care for newborns with hyperbilirubinemia in Indonesia. PLoS One. 2022 Jun 16;17(6):e0269286. doi: 10.1371/journal.pone.0269286. PMID: 35709090; PMCID: PMC9202860.

AKSES CEPAT