51动漫

51动漫 Official Website

Deteksi Gangguan Mikrosirkulasi pada Pasien Gagal Jantung dengan Menggunakan Optical Coherence Tomography

Foto oleh Cardiff University

Pasien gagal jantung pada umumnya tidak hanya mengalami gangguan pada jantung, namun juga mengalami gangguan pada pembuluh darah secara general yang menandakan adanya kelainan yang bersifat menahun dan limitasi fungsional terkait proses adaptasi tubuh. Salah satu bentuk manifestasi pada pasien gagal jantung adalah aktivasi sistem saraf simpatis yang berlebihan sehingga menyebabkan konstriksi pembuluh darah perifer dan peningkatan tahanan perifer yang merupakan kompensasi tubuh untuk mempertahankan tekanan darah akibat abnormalitas fraksi ejeksi dan suplai darah ke jaringan. Namun,  gangguan mikrosirkulasi pada penderita gagal jantung sulit diidentifikasi karena sulitnya untuk memvisualisasi dan mengukur fungsi pada pembuluh darah yang sangat kecil serta minimnya teknologi yang dapat melakukan pemeriksaan secara komprehensif pada mikrosirkulasi.

Optical coherence tomography (OCT) merupakan pencitraan optik non-invasif dengan resolusi sangat tinggi sehingga dapat mendeteksi pembuluh darah yang sangat kecil hingga ukuran ~30 mikron secara in vivo. Selain itu, kita juga dapat mengukur parameter anatomis dan fungsional pembuluh darah secara komprehensif yaitu diameter, kecepatan dan laju aliran darah serta kepadatan pembuluh darah per luas area tertentu. Pemeriksaan mikrosirkulasi kulit dengan menggunakan OCT ini dapat dilakukan dalam kondisi basal (istirahat) maupun untuk melihat respons pembuluh darah saat diberikan stimulus tertentu, misalnya untuk melihat respons terhadap pemanasan lokal, hambatan pembuluh darah atau olahraga. Teknik ini tidak hanya memberikan visualisasi mikrosirkulasi kulit  dengan resolusi sangat baik, namun juga kuantifikasi pengukuran parameter pembuluh darah secara komprehensif dan akurat. Pada penelitian sebelumnya (baca artikel sebelumnya: ), tim penelitian kami berhasil mengidentifikasi adanya gangguan mikrosirkulasi kulit pada pasien diabetes mellitus secara komprehensif, baik pada kondisi basal maupun saat diberikan pemanasan dan iskemia lokal pada pasien dengan diabetes mellitus terganggu. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat gangguan struktur dan fungsional miskrosirkulasi pada pasien diabetes mellitus.

Pada penelitian ini kami mengaplikasikan teknik pencitraan OCT untuk mendeteksi kelainan struktur anatomi dan fungsi mikrosirkulasi kulit pada penderita gagal jantung yang kami duga memiliki gangguan mikrosirkulasi kulit, kemudian kami bandingkan dengan orang sehat. Pada kondisi normal, pemanasan lokal hingga suhu 44鈦癈 akan menyebabkan timbulnya respons maksimal pada mikrosirkulasi tanpa menyebabkan kerusakan kulit dan rasa nyeri ( atau nyeri minimal dapat terjadi pada orang yang lebih sensitif). Mekanisme fisiologis yang mendasari respons tersebut melibatkan refleks saraf lokal serta kemampuan sel endotel untuk memproduksi Nitrogen monoksida (NO), senyawa lokal yang berfungsi untuk dilatasi pembuluh darah. Pada penelitian ini, pemindaian mikrosirkulasi kulit dilakukan pada bagian lengan dalam, pada kondisi suhu basal dan selanjutnya kami memberikan pemanasan lokal selama 30 menit dengan tujuan melihat kapasitas maksimal mikrosirkulasi kulit.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien gagal jantung memiliki disfungsi pembuluh darah kulit yang abnormal pada kondisi basal (istirahat), yaitu diameter lebih kecil serta populasi pembuluh darah yang lebih rendah dibandingkan dengan orang sehat. Selain itu, pasien gagal jantung juga memiliki aliran darah yang lebih lambat dibandingkan dengan orang sehat. Namun, setelah dilakukan pemanasan lokal,  pasien gagal jantung masih memiliki kapasitas pelebaran pembuluh darah yang baik dan tidak berbeda dengan orang yang sehat. Hasil ini menunjukkan bahwa OCT mampu mengidentifikasi adanya gangguan mikrosirkulasi kulit pada pasien dengan gagal jantung. Berdasarkan hasil penelitian kami, dapat disimpulkan bahwa pasien dengan gagal jantung  memiliki gangguan yang bersifat fungsional, namun tidak memiliki gangguan yang bersifat struktural seperti pada pasien diabetes mellitus. Hal ini mungkin berkaitan erat dengan abnormalitas system regulasi tonus pembuluh darah dan patofisiologi penyakit yang sangat berbeda antara pasien gagal jantung dan diabetes. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa inovasi teknik pencitraan optik dengan menggunakan OCT dapat digunakan untuk mengidentifikasi abnormalitas mikrosirkulasi kulit sebagai bentuk kompensasi akibat adanya suatu penyakit yang bersifat sistemik (gagal jantung).

Penulis: Raden Argarini (Dosen di Departemen Fisiologi dan Biokimia Kedokteran Fakultas Kedokteran 51动漫)

Informasi lebih detail mengenai penelitian kami dapat dilihat pada tautan berikut  : .

David F. G. Sciarrone, Robert A. McLaughlin, Raden Argarini, Minh-Son To, Louise H. Naylor, Lucy M. Bolam, Howard H. Carter and Daniel J. Green. Visualising and quantifying microvascular structure and function in patients with heart failure using optical coherence tomography. The Journal of Physiology 2022.

AKSES CEPAT