51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Peran Dewan Direksi Asing dan Kepemilikan terhadap Kualitas Pengungkapan Keberlanjutan

Pengungkapan keberlanjutan merupakan masalah yang signifikan karena meningkatnya permintaan pemangku kepentingan akan informasi, terutama investor. Investor berasumsi bahwa perusahaan dengan praktik keberlanjutan yang baik akan memiliki kinerja keuangan yang sangat baik dengan meningkatkan akses ke modal, mengurangi biaya operasional, meningkatkan reputasi perusahaan dan mendapatkan loyalitas pelanggan. Saat ini, perusahaan tidak hanya dituntut untuk memprioritaskan aspek keuangan berikutnya tetapi juga untuk menjaga aspek sosial dan lingkungan. Jadi, praktik ini terkait erat dengan dewan direksi dan struktur kepemilikan perusahaan. Perusahaan dengan reputasi sosial yang baik akan mendukung pengaruh dewan direksi dan investor asing dalam meningkatkan kualitas pengungkapan keberlanjutan. Hal ini dapat terjadi karena perusahaan dengan reputasi sosial yang baik cenderung terus mempertahankan reputasinya melalui pengungkapan keberlanjutan Selain itu, penelitian ini juga mengasumsikan bahwa terdapat pengaruh moderating reputasi sosial perusahaan terhadap hubungan tersebut. Karena pemangku kepentingan yang berbeda memiliki harapan yang berbeda tentang kegiatan yang harus dipenuhi perusahaan. Hal ini pada akhirnya dapat mempengaruhi persepsi mereka tentang reputasi perusahaan. Dengan demikian, reputasi sosial perusahaan merupakan elemen penting dalam mengelola bisnis perusahaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dewan asing dan kepemilikan asing perusahaan terhadap kualitas pengungkapan keberlanjutan dengan mempertimbangkan reputasi sosial perusahaan dalam konteks Indonesia. Efek moderat reputasi sosial pada hubungan dewan asing dan kualitas kepemilikan asing dari pengungkapan keberlanjutan karena penelitian ini masih jarang terjadi di negara-negara berkembang. Studi ini melengkapi berbagai penelitian yang dilakukan di negara berkembang, seperti Indonesia, dengan menawarkan dimensi baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reputasi sosial memiliki peran moderat dalam menentukan dampak kepemilikan asing terhadap kualitas pengungkapan keberlanjutan . Studi ini menyoroti pengaturan unik Indonesia, yang saat ini agresif dalam mempromosikan dirinya sebagai negara yang terbuka untuk investasi asing secara ekonomi dan politik. Indonesia telah aktif dalam mempromosikan dan memfasilitasi investasi sebagai bagian dari reformasi iklim investasi secara keseluruhan. Berbagai langkah yang diambil oleh pemerintah untuk mengurangi beban administrasi pada investor seperti layanan terpadu satu pintu baik di tingkat pusat maupun daerah. Insentif investasi yang diberikan oleh pemerintah juga dijelaskan, termasuk skema zona ekonomi khusus yang baru-baru ini disetujui (OECD, 2010). Investasi asing akan secara signifikan mempengaruhi struktur kepemilikan, dewan perusahaan dan semua kegiatannya, termasuk pengungkapan keberlanjutan

Analisis dilakukan dengan menggunakan regresi model panel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor primer (pertambangan dan pertanian) dan sektor sekunder (industri dasar dan kimia, industri barang konsumsi dan aneka industri) yang tercatat di BEI dari tahun 2009 hingga 2020. Alasan memilih periode 2009 adalah awal pengenalan laporan keberlanjutan di Indonesia, dan hingga 2021 laporan keberlanjutan masih bersifat sukarela di Indonesia. Sampel awal adalah 246 perusahaan. Jumlah ini kami kurangi dengan menghapus 122 perusahaan dari BEI pada periode 2009“2020 dan 33 perusahaan yang tidak mempublikasikan laporan keberlanjutan pada periode 2009“2020. Pada tahap terakhir pemilihan sampel, kami menghilangkan perusahaan yang tidak memiliki data keuangan lengkap dari sampel yang akan diamati. Sampel akhir yang digunakan sebanyak  756 observations.

Perusahaan komponen papan asing yang lebih tinggi melaporkan kualitas pengungkapan keberlanjutan yang lebih rendah, sedangkan perusahaan yang memiliki komponen kepemilikan asing melaporkan kualitas pengungkapan keberlanjutan yang lebih tinggi. Hasil ini diperkuat dengan diperolehnya hasil konsisten yang diuji dengan komponen pengungkapan ekonomi, sosial dan lingkungan. Selain itu, jika perusahaan memiliki reputasi sosial yang baik, maka akan memperkuat hubungan kepemilikan asing dengan kualitas sustainability disclosure. Studi ini memiliki implikasi bagi perusahaan dan pembuat kebijakan pemerintah di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya sebagai akibat dari temuan bahwa kepemilikan asing mendorong peningkatan kualitas pengungkapan keberlanjutan. Oleh karena itu, pembuat kebijakan harus memiliki ketabahan untuk membuat peraturan atau kebijakan yang mendorong kepemilikan asing untuk berinvestasi dalam iklim bisnis yang menarik minat mereka di negara tertentu. Selain itu, pemberlakuan wajib laporan keberlanjutan bagi perusahaan dapat dianggap pemerintah sebagai respon positif terhadap pencapaian agenda Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030.

Penulis: Prof. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Zarefar, A., Agustia, D. and Soewarno, N. (2023), “The role of foreign board and ownership on the quality of sustainability disclosure: the moderating effect of social reputation”, Corporate Governance, Vol. ahead-of-print No. ahead-of-print.

AKSES CEPAT