51动漫

51动漫 Official Website

Peran Dokter Praktek Mandiri dan Private-Public Mix Systems dalam Deteksi Tuberkulosis di Negara Berkembang : A Systematic Review

Ilustrasi Penderita Tuberkulosis (Sumber: Alodokter)
Ilustrasi Penderita Tuberkulosis (Sumber: Alodokter)

Saat ini, upaya penanganan tuberkulosis (TB) sudah sangat signifan, namun deteksi kasus TB masih menjadi tantangan di negara-negara berkembang. Metode tradisional seperti Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) seringkali kurang efektif, sehingga diperlukan penerapan strategi bauran publik-swasta (PPM) dalam beberapa dekade terakhir. Namun, beragam model PPM menghasilkan hasil yang beragam di berbagai negara.

Dilakukan studi systematic review dengan menggunakan bagan PRISMA. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis dengan menggunakan beberapa database jurnal diantaranya Google Scholar, Science Direct, Proquest dan Garuda. tahun publikasi yang dimasukkan ke dalam penelitian ini dengan rentang waktu tahun 2018 sampai tahun 2022. Sumber artikel adalah PubMed, Scopus, Embase, dan Web of Science. Dari 731 studi potensial awal, total 10 studi akhirnya dimasukkan dalam systematic review ini.

Tinjauan ini mengidentifikasi berbagai intervensi PPM, termasuk kampanye massal, unit skrining keliling, pelacakan berbasis rumah, dan pemeriksaan CXR digital. Pendekatan ini secara signifikan meningkatkan tingkat deteksi tuberkulosis. Khususnya, keterlibatan sektor swasta dan pendekatan baru, seperti pelacakan berbasis aplikasi di Vietnam dan mobil van keliling yang dilengkapi dengan sinar-X digital di India, memberikan hasil yang positif. Namun, variasi tingkat efektivitas ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan secara personal berdasarkan kondisi lokal.

Model PPM, terutama yang menggunakan teknik inovatif, secara signifikan meningkatkan deteksi kasus TB. Peningkatan skala dan modifikasi strategi yang sesuai dengan kondisi berbagai negara sangat penting untuk mencapai target penurunan TB global.

Penulis             : Rosita Dwi Yuliandari, Chatarina Umbul Wahyuni, Fariani Syahrul ,

                           Hari Basuki Notobroto, Mochammad Bagus Qomaruddin, Soedarsono

Dimuat di        : Iranian Journal of Public Health

                          Vol  54.  No. 6 Juni 2025

AKSES CEPAT