Sungai Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Jawa, yang mengalir dari Pegunungan Sewu di Jawa Tengah hingga ke Perairan Ujungpangkah di Jawa Timur. Sungai dan muara-muara Bengawan Solo sangat penting bagi kegiatan perikanan di Jawa Timur. Terdapat tiga tiga Muara Bengawan Solo utama yaotu ; Muara Slewean, Muara Pucuk, dan Muara Kaliumum. Muara Sungai Bengawan Solo memainkan peran penting dalam perekonomian lokal, khususnya bagi sektor perikanan. Kawasan ini menyediakan pasokan air penting bagi tambak ikan dan berkontribusi signifikan terhadap mata pencaharian masyarakat setempat (Hasan dkk.,2023; Marhaento dkk., 2021).
Iklim yang tidak menentu menyebabkan perubahan pola curah hujan yang berdampak pada tinginya sendimentasi di muara bengawan solo. Sedimentasi yang tinggi dapat memberikan dampak buruk perairan khususnya pada kegiatan akuakultur. Penelitian kami mencoba menganalisis secara periodik kondisi kualitas air dan organisme perairan berdasakan komposisi komunitas bentik untuk menilai kesesuaiannya bagi kegiatan akuakultur. Metode penelitian yang kami gunakan adalah analisis deskriptif yang meliputi identifikasi dan analisis benthos berdasarkan kepadatan, indeks biologis, dan analisis komponen utama (PCA).
Komposisi spesies makrobenthos di Sungai , muara bengawan solo dan perairan Ujungpangkah pada periode waktu januari hingga oktober 2022 terdiri dari Gastropoda, Bivalvia, Maxillopoda, Malacostraca, Polychaeta, dan Clitellata, sedangkan meiobenthos terdiri dari Foraminifera, Bivalvia, Gastropoda, dan Polychaeta. Kepadatan makrobenthos adalah 288 ind./m2, sedangkan kepadatan meiobenthos adalah 16 ind./10 cm2. kepadatan dan indeks biologis zoo bentik di muara bengawan solo menunjukkan menunjukkan konsisi yang relatif stabil, karena kondisi parameter kualitas air yang sesuai dan mendukung kehidupan kelompok bentik. Analisis PCA juga menunjukkan bahwa kepadatan makrobentos, Bivalvia, Gastropoda, Malacostraca dan Maxillopoda dan Clitellata dipengaruhi oleh kecerahan kekeruhan dan salinitas, sedangkan kepadatan Polychaeta dipengaruhi oleh oksigen terlarut. Kepadatan Gastropoda dan Foraminifera dari kelompok meiobentos, dipengaruhi oleh salinitas, sedangkan kepadatan Bivalvia dan Polychaeta dari kelompok meiobentos dipengaruhi oleh kecerahan dan kekeruhan. Berdasarkan kondisi tersebut diatas menunjukan bahwa muara Sungai Bemgawan solo dalam kondisi yang masih dapat menunjang kegiatan budidaya, seperti budidaya udang, udang dan kepitting.
Penulis: Dr. A. Shofy Mubarak, S.Pi., M.Si.
Sumber journal: Zoo Benthic Biodiversity as a Bioindicator in the Bengawan Solo Estuary, Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, Volume 17 No 1 February 2025.
Penulis Elva Qurrota Fu檃dah1 , Ahmad Shofy Mubarak2* , Sulistiono3 , Nina Nurmalia Dewi4 , Annur Ahadi Abdillah2 , Prima Almira1 , Firman Budi Cahyadi1 and Juni Triastuti2
Penelitian ini hasil Kerjasama staf pengajar Faculty of Fisheries and Marine Science, 51动漫, Surabaya. Indonesia bekerja sama dengan Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University, Bogor.





