51动漫

51动漫 Official Website

Status Muara Bengawan Solo berdasarkan kajian Hayati Zoo Bentik sebagai Bioindikator

Ancaman Serius Pencemaran Logam Berat di Sungai Pangkajene
Sungai Pangkajene (sumber: Palontaraq)

Sungai Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Jawa, yang  mengalir dari Pegunungan Sewu di Jawa Tengah hingga  ke Perairan Ujungpangkah di Jawa Timur. Sungai  dan muara-muara Bengawan Solo sangat penting bagi kegiatan  perikanan  di Jawa Timur.   Terdapat tiga tiga Muara Bengawan Solo utama yaotu ;  Muara Slewean, Muara Pucuk, dan Muara Kaliumum. Muara Sungai Bengawan Solo memainkan peran penting dalam perekonomian lokal, khususnya bagi sektor perikanan. Kawasan ini menyediakan pasokan air penting bagi tambak ikan dan berkontribusi signifikan terhadap mata pencaharian masyarakat setempat (Hasan dkk.,2023; Marhaento dkk., 2021).

 Iklim yang tidak menentu  menyebabkan perubahan pola curah hujan yang berdampak pada  tinginya sendimentasi di muara bengawan solo. Sedimentasi yang tinggi dapat memberikan  dampak buruk  perairan khususnya pada kegiatan  akuakultur.   Penelitian kami mencoba menganalisis  secara periodik  kondisi kualitas air  dan  organisme perairan  berdasakan komposisi komunitas bentik untuk menilai kesesuaiannya bagi kegiatan akuakultur.  Metode  penelitian yang kami gunakan adalah analisis deskriptif  yang  meliputi identifikasi dan analisis benthos berdasarkan kepadatan, indeks biologis, dan analisis komponen utama (PCA).

Komposisi spesies makrobenthos  di Sungai , muara bengawan solo dan perairan  Ujungpangkah pada periode waktu januari hingga oktober 2022  terdiri dari Gastropoda, Bivalvia, Maxillopoda, Malacostraca, Polychaeta, dan Clitellata, sedangkan meiobenthos terdiri dari Foraminifera, Bivalvia, Gastropoda, dan Polychaeta. Kepadatan makrobenthos adalah 288 ind./m2,   sedangkan kepadatan meiobenthos adalah 16 ind./10 cm2.  kepadatan dan indeks biologis   zoo bentik di muara bengawan solo menunjukkan menunjukkan konsisi yang relatif stabil, karena  kondisi parameter kualitas air yang sesuai  dan mendukung  kehidupan  kelompok bentik.  Analisis PCA juga  menunjukkan bahwa kepadatan makrobentos, Bivalvia, Gastropoda, Malacostraca dan Maxillopoda dan Clitellata dipengaruhi oleh kecerahan kekeruhan dan  salinitas, sedangkan  kepadatan Polychaeta dipengaruhi oleh oksigen terlarut.  Kepadatan Gastropoda dan Foraminifera  dari kelompok  meiobentos, dipengaruhi oleh salinitas, sedangkan kepadatan Bivalvia dan Polychaeta dari kelompok  meiobentos dipengaruhi oleh kecerahan dan kekeruhan.   Berdasarkan kondisi  tersebut  diatas menunjukan bahwa muara Sungai Bemgawan solo dalam kondisi yang masih  dapat menunjang kegiatan budidaya, seperti  budidaya udang, udang dan kepitting.

Penulis: Dr. A. Shofy Mubarak, S.Pi., M.Si.

Sumber journal: Zoo Benthic Biodiversity as a Bioindicator in the Bengawan Solo Estuary, Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, Volume 17 No 1 February 2025.

Penulis  Elva Qurrota Fu檃dah1 , Ahmad Shofy Mubarak2* , Sulistiono3 , Nina Nurmalia Dewi4 , Annur Ahadi Abdillah2 , Prima Almira1 , Firman Budi Cahyadi1 and Juni Triastuti2

Penelitian ini hasil Kerjasama  staf pengajar Faculty of Fisheries and Marine Science, 51动漫, Surabaya. Indonesia bekerja sama dengan Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University, Bogor.

AKSES CEPAT