51动漫

51动漫 Official Website

Peran Limbah Rumen Sapi sebagai Alternatif Sumber Nutrisi untuk Budidaya Thalasiossira sp

Foto by Unsurtani

Budidaya Thalasiossira sp membutuhkan nutrisi yang cukup sebagai pupuk untuk pertumbuhannya. Pupuk Conwey sering digunakan dalam budidaya mikroalga seperti Thalasiossira sp. Namun, harga Pupuk Conwey yang mahal menjadi kendala dalam produksi mikroalga tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pupuk alternatif yang lebih ekonomis dan salah satunya adalah penggunaan limbah rumen sapi. Kandungan cairan rumen sapi berpotensi sebagai pupuk cair karena mengandung unsur hara yang tinggi dan belum banyak dimanfaatkan. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa limbah ini kaya akan nutrisi nitrogen (N) dan fosfor (P). Kandungan nitrogen berfungsi untuk pertumbuhan vegetative, pembentukan sel serta membentuk protein, lemak, dan berbagai senyawa organik lainnya. Fosfor berfungsi untuk metabolisme energi, sebagai penstabil membran sel, pengaturan metabolisme alga, pengaturan produksi pati, dan pembentukan karbohidrat. Fosfor juga sangat penting dalam transfer energi, protein, dan sintesis asam amino. Isi cairan rumen sapi mengandung nitrogen sebesar 111,4 ppm dan fosfor sebesar 401,79 ppm. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah rumen sapi dalam kegiatan budidaya mikroalga diatom Thalasiossira sp dengan dosis yang berbeda.

Starter Thalasiossira sp diperoleh dari PT. Central Proteina Prima, Merak Belantung, Kalianda, Lampung Selatan. Thalasiossira sp pada penelitian ini dikultur pada media conwey. Kultur dilakukan selama 2 hari hingga mencapai fase eksponensial. Limbah rumen sapi diperoleh dari rumah potong hewan di Kota Lampung. Limbah cairan rumen sapi dikukus selama 15-20 menit kemudian dianalisis kandungan nitrogen dan fosfor sehingga siap digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan sebagai berikut: Perlakuan A (Pupuk Conwey (kontrol) 1 mL/L air laut),  Perlakuan B (Cairan rumen sapi 1 mL/L air laut), Perlakuan C (Cairan rumen sapi 10 mL/L air laut), Perlakuan D (Cairan rumen sapi 1 mL+0,4 g NaN03/L air laut), dan Perlakuan E (Cairan rumen sapi 10 ml+0,4 g NaN03/L air laut). Thalasiossira sp. merupakan diatom sehingga semua perlakuan menggunakan air laut dan silika pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah rumen sapi dapat digunakan sebagai alternatif sumber nutrisi pada budidaya Thalasiossira sp. Hal ini dikarenakan hasil parameter protein, diameter plankton, dan kualitas air menunjukkan hasil yang sama dengan kontrol (Pupuk Conway). Puncak populasi Thalassiora sp. dapat dicapai pada hari ke-3.

Penulis: Muhammad Browijoyo Santanumurti, S.Pi., M.Sc.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Santanumurti, M. B., Ogara, M. I., Santoso, L., & Hudaidah, S. (2022, July). The Effect of Rumen檚 Cattle Waste as Alternative Nutrient Sources for Thalasiossira sp Aquaculture. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1036, No. 1, p. 012044). IOP Publishing.;

AKSES CEPAT