51动漫

51动漫 Official Website

Peran Mahasiswa BBK 7 UNAIR dalam Digitalisasi UMKM Desa Karetan

UNAIR NEWS – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut seluruh lapisan masyarakat untuk mampu beradaptasi, tidak terkecuali para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di wilayah pedesaan. Digitalisasi menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga keberlanjutan usaha, meningkatkan daya saing, serta memperluas jangkauan pasar. Namun, pada kenyataannya, masih banyak UMKM desa yang belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi digital, baik dalam sistem pembayaran maupun promosi usaha. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 51动漫 melaksanakan program digitalisasi UMKM di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi.

Program digitalisasi UMKM ini difokuskan pada dua aspek utama, yaitu penerapan sistem pembayaran non-tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta peningkatan visibilitas usaha melalui pendaftaran lokasi UMKM di Google Maps. Pemilihan fokus program ini didasarkan pada kebutuhan riil pelaku UMKM di Desa Karetan, di mana sebagian besar masih mengandalkan pembayaran tunai dan belum memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan usaha mereka kepada masyarakat luas.

Kegiatan digitalisasi UMKM dilaksanakan oleh sembilan mahasiswa KKN BBK 51动漫 yang berasal dari berbagai program studi. Keberagaman latar belakang keilmuan tersebut menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan program, karena memungkinkan pendekatan yang lebih komprehensif dan kolaboratif. Sasaran kegiatan ini adalah para pelaku UMKM lokal, baik pedagang makanan, usaha kuliner rumahan, maupun UMKM sektor jasa yang berada di Pasar Sejati serta yang tersebar di wilayah Desa Karetan.

Program ini dilaksanakan dalam rentang waktu 12 hingga 19 Januari 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KKN BBK UNAIR. Selama periode tersebut, mahasiswa memfokuskan kegiatan pada UMKM yang telah menunjukkan kesiapan dan kesediaan untuk mulai beralih ke sistem digital. Lokasi utama pelaksanaan kegiatan adalah Pasar Sejati, karena pasar ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya setiap hari Minggu ketika jumlah pengunjung meningkat secara signifikan. Selain itu, kegiatan juga dilakukan secara langsung di lokasi usaha UMKM yang berada di lingkungan Desa Karetan.

Sebelum program ini dilaksanakan, sebagian besar pelaku UMKM di Desa Karetan masih menggunakan sistem pembayaran tunai. Kondisi tersebut dinilai kurang optimal, mengingat tren masyarakat yang semakin terbiasa dengan pembayaran digital. Beberapa pelaku UMKM bahkan mengungkapkan bahwa konsumen kerap menanyakan ketersediaan pembayaran menggunakan QRIS, namun belum dapat dilayani karena keterbatasan pengetahuan dan pendampingan teknis. Di sisi lain, terdapat UMKM dengan kualitas produk yang baik, terutama di sektor makanan dan minuman, namun belum terdaftar di Google Maps. Hal ini menyebabkan lokasi usaha sulit ditemukan oleh konsumen baru dan membatasi potensi peningkatan penjualan.

Metode pelaksanaan program dilakukan melalui pendampingan langsung kepada pelaku UMKM. Mahasiswa KKN BBK UNAIR berperan sebagai fasilitator yang mendampingi proses digitalisasi secara bertahap dan persuasif. Pada tahap awal, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai manfaat penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai, termasuk kemudahan transaksi, keamanan, serta potensi peningkatan kepercayaan konsumen. Selanjutnya, mahasiswa membantu proses pendaftaran QRIS sesuai dengan prosedur yang berlaku hingga QRIS siap digunakan.

Dari hasil pelaksanaan kegiatan, tercatat sebanyak lima UMKM berhasil dibuatkan QRIS dan siap digunakan sebagai metode pembayaran digital. Selain itu, mahasiswa juga membantu pendaftaran sepuluh UMKM ke Google Maps. Dengan terdaftarnya lokasi usaha di Google Maps, diharapkan UMKM dapat lebih mudah ditemukan oleh konsumen, baik dari dalam maupun luar desa. Untuk mendukung aspek visual dan promosi usaha, mahasiswa KKN BBK UNAIR juga melakukan pencetakan banner usaha pada dua UMKM, serta mencetak kode QRIS agar dapat langsung dipajang di tempat usaha.

Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif agar pelaku UMKM tidak hanya menerima hasil akhir, tetapi juga memahami proses dan manfaat dari digitalisasi. Mahasiswa memastikan bahwa pelaku UMKM mampu mengoperasikan dan memanfaatkan QRIS serta Google Maps secara mandiri setelah program selesai dilaksanakan.

Melalui program digitalisasi UMKM ini, mahasiswa KKN BBK 51动漫 berharap dapat mendorong pelaku UMKM di Desa Karetan untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Penerapan QRIS dan pemanfaatan Google Maps diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kemudahan transaksi, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing UMKM lokal. Program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Penulis: Cicely Evelyn

AKSES CEPAT