51动漫

51动漫 Official Website

Peran Mediasi Moral Reasoning dan Integrity dalam Pengaruh Organizational Ethical Culture terhadap Accounting Fraud Prevention

Foto oleh NYSSCPA

Prevalensi dan keparahan accounting fraud di Indonesia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Tingkat korupsi di Indonesia juga semakin parah, dan telah merambah ke berbagai area, terutama di kalangan pemerintahan, baik dari level bawah sampai dengan level atas. Hal ini terkonfirmasi dari berbagai kejadian korupsi yang kemudian terkuak dan dilaporkan ke berbagai media. Hal ini bisa disebakan karena rendahnya moral karyawan dalam pemerintahan. Oleh karena itu, tindakan preventif merupakan salah satu langkah tepat yang harus dilakukan. Fraud dapat merugikan banyak pihak, seperti perusahaan, masyarakat, dan negara; penipuan keuangan tidak terkecuali. Dari sudut pandang perusahaan, fraud dalam laporan keuangan merupakan penyakit yang dapat mematikan perusahaan karena mengikis keberlangsungan usaha. Dari sudut pandang masyarakat, terkuaknya isu fraud / korupsi maupun tindak penipuan lainnya dapat memusnahkan kepercayaan masyarakat. Dengan demikian adanya fraud akan merusak seluruh tatanan masyarakat, bisnis, negara, sehingga tindakan preventive perlu segera dilakukan.

Fraud prevention merupakan upaya terpadu untuk menekan terjadinya faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Fraud. Fraud prevention dapat meminimalkan fraud dan dapat menekan biaya di masa mendatang. Fraud prevention dapat dicapai dengan cara membangun ethical organizational culture. Organisasi yang membudayakan budaya etis selalu menjunjung tinggi etika dalam proses dan komunikasi sehari-hari, sedangkan anggota organisasi juga akan mengikuti budaya yang telah ditetapkan. Budaya organisasi merupakan salah satu faktor yang dianggap mampu mencegah tindakan accounting fraud. Ini adalah mekanisme yang masuk akal dan sekaligus sebagai kontrol yang dapat memandu perilaku dan sikap individu. Perilaku individu dalam organisasi mencerminkan budaya organisasi. Ketika organisasi memupuk etika yang baik dalam tindakan sehari-hari, karyawan mengikuti budaya yang ada. Berbagai penelitian menyatakan bahwa ethical organization culture dapat menghilangkan tendensi untuk melakukan accounting fraud. Temuan dari studi sebelumnya menunjukkan bahwa organisasi yang memiliki ethical organizational culture akan memiliki kecenderungan yang rendah untuk terjadinya accounting fraud. Hal ini menunjukkan bahwa budaya moral suatu organisasi dapat mencegah accounting fraud.

Faktor lain yang diperkirakan dapat menurunkan accounting fraud adalah moral reasoning. Semakin tinggi moral individu yang ada dalam perusahaan, semakin rendah kecenderungan untuk melakukan Tindakan accounting fraud. Moral reasoning merupakan salah satu determinan dalam perilaku seseorang. Moral reasoning seseorang menentukan apakah mereka menampilkan perilaku yang baik atau buruk. Hasil beberapa penelitian menyatakan bahwa tingkat moral reasoning seseorang akan mempengaruhi perilaku etisnya. Ketika dihadapkan pada dilema etika, individu dengan tingkat moral reasoning yang rendah akan berperilaku berbeda dengan individu dengan tingkat moral reasoning yang tinggi. Disebutkan juga bahwa semakin tinggi tingkat moral reasoning seseorang, semakin besar kemungkinan mereka melakukan 渉al yang benar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mediasi moral reasoning dan integrity terhadap pengaruh ethical organizational culture terhadap accounting fraud prevention.  Penelitian ini juga menguji pengaruh ethical organizational culture, moral reasoning, dan integrity terhadap pencegahan kecurangan akuntansi.

Penelitian ini dilakukan di BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) Provinsi Jawa Timur, BPKP merupakan instansi pemerintah yang mengawasi penggunaan alokasi anggaran untuk pembangunan daerah. Data dikumpulkan dari sampel sebanyak 84 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan partial least square (PLS). Hasil pengujian hipotesis menemukan adanya pengaruh positif ethical organizational culture terhadap moral reasoning dan integrity karyawan. Sebaliknya, tidak ada dukungan statistik untuk pengaruh ethical organizational culture dalam mencegah accounting fraud. Temuan utama dalam penelitian ini adalah bahwa moral reasoning dan integrity berpengaruh positif terhadap accounting fraud prevention, menunjukkan bahwa ethical organizational culture dan moral reasoning dapat mengubah perspektif karyawan dengan memungkinkan mereka membedakan perilaku kerja yang baik dari perilaku kerja yang buruk atau salah.

 Keywords: Organizational ethical culture, moral reasoning, integrity, prevention of accounting fraud.

Oleh: Noorlailie Soewarno

Pembaca dapat melihat artikel secara mendalam pada ABAC Journal, dengan judul:

MEDIATION EFFECTS OF MORAL REASONING AND INTEGRITY IN ORGANIZATIONAL ETHICAL CULTURE ON ACCOUNTING FRAUD PREVENTION by Hidayatul Husna and Noorlailie Soewarno.

AKSES CEPAT