51动漫

51动漫 Official Website

Peran Moina sp. dan Tepung Keong dalam Meningkatkan Produktivitas larva Ikan Jelawat

Foto by Sumsel Update

Ikan jelawat atau Leptobarbus hoevenii (Bleeker, 1851) merupakan ikan konsumsi yang memiliki nilai ekonomis tinggi di Indonesia. Namun, kegiatan budidaya ikan jelawat masih terkendala oleh jumlah ketersediaannya. Hal ini dikarenakan ikan jelawat belum dibudidayakan secara intensif dan bergantung pada hasil tangkapan di alam sehingga keberadaannya semakin berkurang. Selain itu, ketersediaan benih ikan jelawat yang berkualitas juga masih sulit diperoleh dan kelangsungan hidupnya sangat rendah. Oleh karena itu, perlu adanya ketersediaan benih yang berkualitas sehingga mampu mendukung kegiatan budidaya ikan jelawat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan nutrisi atau pengayaan pada pakan alami yang digunakan sebagai pakan awal benih ikan jelawat. Pengayaan dapat dilakukan dengan menambahkan unsur hara yang bermanfaat untuk meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan. Moina sp. merupakan salah satu jenis zooplankton yang biasa digunakan sebagai pakan alami larva ikan air tawar. Organisme ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan mudah dicerna. Untuk mengoptimalkan pemeliharaan larva ikan, pakan alami Moina sp. diperkaya dengan tepung bekicot. Hasil uji proksimat pada tepung bekicot diperoleh kandungan gizi protein kasar (PK) 46,2% energi metabolik (ME) 1920 kkal/kg, kalsium (CA) 2,9% dan fosfor (P) 0,35%. Berdasarkan hal tersebut, tepung keong mas berpotensi sebagai bahan pengayaan pakan alami untuk meningkatkan nilai gizi yang terkandung di dalamnya guna meningkatkan performa (pertumbuhan dan kelangsungan hidup) larva ikan jelawat.

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah larva ikan jelawat, tepung bekicot dan Moina sp yang berasal dari Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Larva ikan jelawat yang digunakan dalam penelitian ini berukuran 1-3 cm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah A (kontrol), A (4 g/l), B (8 g/l) dan C (12 g/l). Padat penebaran larva ikan jelawat adalah 4 ekor/liter. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 60 ekor/larva ikan dengan pemberian pakan 4 kali sehari dan pemeliharaan dilakukan selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Moina sp diperkaya tepung keong mas sebanyak 4 g/l dan 8 g/l memberikan berpengaruh nyata terhadap performa pertumbuhan panjang dan berat. Namun untuk parameter kelangsungan hidup menunjukkan tidak ada perbedaan nyata terhadap seluruh perlakuan.

Penulis: Muhammad Browijoyo Santanumurti, S.Pi., M.Sc.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1036/1/012116/pdf Santanumurti, M. B., Sidik, J., Putri, B., & Hudaidah, S. (2022, July). Effects of Moina sp.[Straus, 1820] adding of Snail Flour to Increase the Larvae performance of Jelawat Fish (Leptobarbus hoevenii [Bleeker, 1851]). In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1036, No. 1, p. 012116). IOP Publishing.;

AKSES CEPAT