51动漫

51动漫 Official Website

Peran Persepsi dan Dukungan Sosial Ibu Hamil pada Pemanfaatan Layanan VCT

Foto oleh HuffPost Canada

Secara global, HIV telah menyerang sekitar 37,7 juta orang hidup dan dengan perkiraan peningkatan lebih dari 36%. Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan kasus HIV-AIDS tercepat di Asia Tenggara dimana menempati urutan ke-5 negara paling berisiko HIV/AIDS di kawasan Asia (Kemenkes RI, 2018). Hingga saat ini, permasalah mengenai HIV/AIDS masih menjadi momok di Indonesia. Penyebab tertinggi kasus HIV/AIDS di Banyuwangi adalah ibu rumah tangga khususnya ibu hamil dimana didapati lebih dari 90% bayi terinfeksi HIV memiliki bayi dari ibu HIV-positif. Hal ini akan memberikan dampak Tingginya kasus HIV/AIDS di Banyuwangi membutuhkan upaya yang cepat untuk mengatasinya.

Voluntary Counseling and Testing (VCT) merupakan salah satu upaya deteksi yang dapat mencegah risiko penularan tersebut. Program VCT yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan bertujuan untuk mengetahui status kesehatan terkait HIV/AIDS sehingga hasil yang diperoleh dari program ini bermanfaat dalam dasar pencegahan dan penularan HIV/AIDS (UNICEF Indonesia, 2013). VCT merupakan program pencegahan HIV/AIDS yang efektif, terutama bagi individu yang memiliki perilaku berisiko. Dalam model teori perubahan perilaku, Lawrence Green menjelaskan bahwa faktor predisposisi dan faktor penguat mempengaruhi perilaku dan faktor pendukung dimana faktor persepsi individu dan dukungan sosial menjadi bagiannya (Finegood et al., 2014). Peran persepsi dalam perubahan perilaku sulit untuk diabaikan (Berlyne, 1951). Sedangkan pengertian dukungan sosial adalah penerimaan sekelompok individu terhadap individu lain yang dapat menciptakan persepsi positif bahwa ia telah mendapat perhatian dan dukungan. Adanya dukungan sosial juga memberikan kontribusi yang efektif terhadap perubahan perilaku kesehatan (Karen Glanz, Barbara K Rimer, 2015). Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji hubungan antara persepsi dan dukungan sosial dengan menggunakan Voluntary Counseling and Testing (VCT) untuk menurunkan angka kasus HIV/AIDS.

Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei November 2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil tahun 2018 yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Kembiritan, Sobo, Genteng Kulon, Kertosari, Singojuruh, dan Singotrunan. Responden direkrut dengan teknik proporsional random sampling yang didapatkan 384 orang menjadi sampel. Data yang telah terkumpul kemudian diuji validitas dan realibilitasnya serta uji hubungan dengan chi square.

Hasil penelitian menunjukkan persepsi berkorelasi dengan perilaku dalam memanfaatkan program VCT. Artinya jika ibu hamil di Banyuwangi memiliki persepsi yang positif dapat mempengaruhi perilaku ibu hamil di Banyuwangi untuk memanfaatkan program VCT. Mereka yang merasa rentan terhadap HIV/AIDS menjadi faktor pendorong dalam memanfaatkan program VCT. Hal ini dikarenakan kerentanan merupakan persepsi yang signifikan untuk mendorong individu melakukan perilaku sehat. Penanaman pemahaman tentang setiap individu yang memiliki risiko tinggi tertular HIV/AIDS perlu dilakukan secara optimal untuk mendorong perilaku ibu hamil untuk melakukan tes HIV.

Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dukungan sosial berkorelasi dengan perilaku dalam memanfaatkan program VCT. Artinya jika dukungan sosial ibu hamil baik maka dapat mempengaruhi perilaku dalam menggunakan layanan VCT. Hasil ini menjelaskan bahwa orang terdekat ibu hamil terutama keluarga dan suami memiliki peran penting dalam pemanfaatan program VCT. Peran suami dapat mendukung ibu hamil dalam menjalani tes HIV serta sebagai pengambilan keputusan kesehatan. Selain itu, tenaga kesehatan memiliki peranan penting untuk mendampingi, mendukung dalam bentuk memberikan penjelasan dan edukasi kepada ibu hamil mengenai HIV, rekomendasi pemeriksaannya, serta memberikan rujukan pasca pemeriksaan.

Penulis: Ayik Mirayanti Mandagi

Judul Jurnal: Peran Persepsi dan Dukungan Sosial Ibu Hamil Terhadap Pemanfaatan Layanan VCT

Link:

AKSES CEPAT