Sejak muncul di Wuhan, China pada 2019, virus corona telah menjadi pandemi global, menyebabkan gejala klinis seperti demam, menggigil, sesak nafas, dan kelelahan. Meskipun gejala ini umum, penyebab pasti COVID-19 belum sepenuhnya terungkap. Baru-baru ini, penelitian menunjukkan bahwa respons kekebalan tubuh yang tidak seimbang memainkan peran sentral dalam memicu peradangan dan pembekuan darah. Virus corona dikelompokkan menjadi Alphacoronavirus (Alpha-CoV), Betacoronavirus (Beta- CoV), Gammacoronavirus (Gamma-CoV), dan Deltacoronavirus (Delta-Cov). SARS-CoV-2, penyebab COVID-19, termasuk dalam kelompok Beta-CoV. Selain manusia, hewan peliharaan seperti kucing dan anjing juga rentan terhadap berbagai jenis coronavirus. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk memahami potensi penularan antara manusia dan hewan. Canine coronavirus (CCoV), penyebab diare fatal pada anak anjing, menunjukkan kondisi penurunan kekebalan tubuh.
Lactobacillus acidophilus, salah satu probiotik, sebagai kandidat yang potensial untuk melawan infeksi Canine coronavirus. Studi menunjukkan bahwa Lactobacillus acidophilus dapat melindungi terhadap peradangan dan mengatur respons kekebalan tubuh. Penelitian ini mengkaji peran Lactobacillus acidophilus dalam mengurangi kerusakan pada paru dan hati serta pengaruhnya dalam mengatur respons peradangan dengan menurunkan ekspresi TNF-伪 dan IL-1尾. Temuan ini memberikan harapan baru dalam memahami peran probiotik dalam melindungi tubuh terhadap dampak infeksi virus.Dalam penelitian ini, peran probiotik Lactobacillus sp. dalam menurunkan ekspresi TNF-伪 dan IL-1尾 pada jaringan paru-paru mencit yang diinduksi vaksin CCoV.
Hasilnya dapat membuka jalan untuk pemahaman lebih lanjut tentang manfaat probiotik dalam melawan virus dan meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan ini, harapannya kita dapat menciptakan solusi yang lebih baik dalam menghadapi tantangan pandemi virus di masa depan. Sebagai probiotik yang ramah, Lactobacillus acidophilus membawa harapan baru dalam menjaga kesehatan hewan dan manusia. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang interaksi antara probiotik dan virus, kita dapat membuka pintu menuju solusi inovatif untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyakit infeksius dan membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut mengenai peran probiotik dalam melindungi tubuh dari respons peradangan yang dipicu oleh virus infeksius pada hewan dan manusia.
Penulis: Rondius Solfaine, Faisal Fikri, Salipudin Tasil Maslamama, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama dan Iwan Sahrial Hamid
Fakultas Kedokteran Hewan Unair
Link:
Baca Juga: Identifikasi Resistensi Multidrug Escherichia coli dari Sapi





